Reading Time: 3 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
kursi-eames

Rooang.com | Masih ingat dengan model kursi plastik jadul yang biasa kita temukan di ruang tunggu? Ya, kursi ini sangat sederhana, minimalis, dengan desain yang tidak neko-neko. Tapi, ternyata kesederhanaan bentuknya tidak sesederhana proses panjang perkembangan kursi ini di dunia desain interior.

Kursi tersebut mengadaptasi Eames Armchair dan Eames Eiffel Chair. Keduanya merupakan kursi yang dirancang oleh pasangan suami istri Charles dan Ray Eames. Pasangan tersebut merupakan desainer furnitur asal AS yang mendunia berkat karyanya yang berkarakter minimalis namun klasik.Nilai dan karakter yang coba diusungnya dalam setiap karya adalah sleek, sophisticated, beautifully simple.

Selama puluhan tahun, kursi Eames adalah kursi yang desainnya paling banyak dijiplak. Puluhan atau bahkan ratusan produsen furnitur dari seluruh dunia mengadaptasi model kursi Eames ini. Sebelumnya, belum pernah ada kursi yang memiliki kesatuan rangka cangkang antara dudukan dengan bagian punggungnya. Eames memelopori desain ini.

Eames Armchair (kursi sandaran tangan)


Kursi plastik yang desainnya banyak juga dijiplak di Indonesia ini pertama kali diluncurkan pada tahun 1948 dan dipamerkan di New York Museum of Art sebagai bagian dari ajang Low-Cost Furniture Design. Charles dan Ray saat itu tengah senang bereksperimen dengan material fiberglass, untuk menghasilkan kursi yang nyaman, berkelas, tapi dengan harga murah.

Kursi ini terbuat dari fiberglas yang ditekan bersama bahan plastik, lalu dicetak membentuk cangkang kursi sesuai dengan postur tubuh saat duduk. Dalam perkembangannya, kursi ini kemudian dilapisi dengan berbagai material untuk menunjang kenyamanan dan tampilan berbeda.

 

Eames Lounge Chair (kursi santai)


Kursi santai rancangan Eames sudah tersohor, terutama di kalangan desainer interior dan arsitek. Kursi santai ini awalnya merupakan hadiah untuk seorang direktur bernama Billy Walder. Kursi ini dibuat dari kulit dan plywood berkualitas.

Desainnya kemudian semakin disempurnakan dengan penyusunan struktur yang dikembangkan. Secara keseluruhan,kursi santainya terdiri atas beberapa bagian: bantalan leher, punggung, dudukan, lalu ottoman untuk meluruskan kaki, yang dipasang pada cangkang kayu cetak.

Di Barat kursi santai ini dijiplak sejak pertama kali diluncurkan tahun 1956. Yang asli bisa kita lihat dari tidak adanya satupun sekrup yang nampak di permukaan atas, bawah, maupun samping. Selain itu, kursi santai yang asli tidak berdiri tegak lurus, melainkan agak condong ke belakang.

 

Eames Chair


Eames Chair adalah turunan dari Eames Armchair. Kursi ini desainnya lebih santai, tanpa sandaran lengan. Eames Chair juga biasa disebut dengan Eames Eiffel Chair, karena kerangkan kakinya yang menyerupai base dari Menara Eiffel. Sama seperti 2 kursi lainnya, kursi ini juga banyak dijiplak di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Hanya saja, yang sering kita temui adalah base kaki tanpa rangka berbentuk Eiffel.

 

 

Masih ada banyak lagi rancangan Charles dan Ray Eames, di antaranya Eames Molded Plywood (desain untuk kursi kantoran), stool, dan bahkan side table. Meski pasangan ini telah lama meninggal, tapi kursi karya-karyanya masih sangat diminati oleh pasar.


Para desainer pun membeli lisensi untuk merancangnya ulang dengan beberapa penyempurnaan. Herman Miller dan Vitra adalah 2 di antara sekian banyak perusahaan yang ikut memproduksi dan menjual kursi-kursi Eames. Ada yang sedikit mengubah dengan menggunakan recycle material, sustainable material, maupun jenis cushionnya.