Reading Time: 2 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
rumah-aman-untuk-balita1

Rooang.com | Ingat waktu Ashton Kutcher dan Mila Kunis menjual rumah mereka di LA? Ya, alasan mereka menjual kedua rumah tersebut adalah demi sang buah hati yang kini sudah berusia 2 bulan. Waktu itu, pasangan ini nekad menjual rumahnya lantaran dirasa kedua rumah tersebut tidak ramah anak-anak. Anda juga berencana membangun rumah? Tidak tahu seperti apa desain rumah yang aman, khususnya untuk balita? Simak petunjuknya berikut ini.

Do’s:

  1. Selalu menutup dan mengunci rak, almari, maupun kabinet.
  2. Memilih furnitur yang ujungnya tumpul.
  3. Pilih rak tertutup, karena perkakas lebih mudah jatuh di rak yang terbuka.
  4. Gunakan taplak meja yang pendek, agar tidak mudah ditarik.
  5. Pilih material kain bulu yang aman, tidak mudah rontok.
  6. Meletakkan barang berbahaya dan pecah belah di tempat tinggi.
  7. Membuat tampilan kabel tersembunyi.
  8. Pilih teralis pengaman ranjang dari bahan kayu. Teralis sebaiknya tidak rapat agar tangan atau kaki tidak mudah terjepit.
  9. Selalu mengecek permukaan lantai, apakah ada barang berbahaya yang berceceran.
  10. Membersihkan rumah dengan vacuum cleaner atau mengelap.
  11. Memilih korden dari bahan blackout (tidak tembus cahaya) atau semi blackout (memantulkan ± 60% cahaya).
  12. Memastikan area yang sering dilewati aman dan nyaman. Tidak boleh ada paku tertancap di kusen pintu. Singkirkan berbagai penghalang yang mengganggu aktivitas dan lalu lintas.

Don’ts:

  1. Memilih jenis tangga yang salah: tangga gantung, tangga tanpa railing, anak tangga tinggi, dan tangga melayang.
  2. Dinding rastik yang permukaannya dibuat kasar. Dinding ini bisa melukai kulit si kecil.
  3. Memasang stop kontak di dinding bawah atau memilih stop kontak yang tidak memiliki pengaman.
  4. Pintu tangga dari anyaman kawat atau yang berteralis kecil.
  5. Membuat kamar bayi di lantai atas.
  6. Memilih material lantai yang licin, kasar, dan bergelombang (permukaan tidak rata).
  7. Meletakkan barang pecah belah dan barang-barang berbahaya di atas meja kopi atau tempat yang mudah dijangkau balita.
  8. Memilih jenis meja dan kursi yang mudah diseret dan jatuh menimpa balita.
  9. Menyusun buku secara bertumpuk dengan book holder di atasnya.
  10. Memilih karpet yang tipis dan licin.
  11. Meletakkan ranjang bayi di dekat jendela, karena akan menarik perhatian bayi/balita untuk keluar dan menarik korden.
  12. Meletakkan stool pendek di dekat jendela, yang bisa memicu balita untuk memanjat ke luar jendela.
  13. Menggunakan pengharum ruangan, karena cairan ini mengandung VOC yang berbahaya untuk kesehatan.
  14. Membuat rumah berlevel, artinya lantai ruangan tertentu lebih tinggi dari ruangan lainnya, padahal masih berada di lantai (tingkat) yang sama. Level lantai akan membuat penghuni rumah mudah tersandung.

Kesimpulannya, rumah yang aman memang harus direncanakan sejak awal. Selain perlu memperhatikan poin-poin di atas, jangan lupa untuk menggunakan material yang aman dan dibangun dengan standard yang benar. Anda punya masukan lainnya? Bagikan saja di kolom komentar.

Sumber:
www.sheknows.com
www.apartmenttherapy.com
www.hgtv.com
nursery.about.com