Reading Time: 3 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
133

Rooang.com | Bagi kaum ibu di Indonesia, Desember adalah bulan yang istimewa. Sebab, tiap 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu. Berbagai seremonial diadakan. Ucapan-ucapan sayang pada ibu pun bertebaran. Media sosial pun ramai oleh kata-kata manis anak yang ditujukan pada sosok perempuan yang telah melahirkan mereka. Sosok perempuan yang kuat, tangguh, dan berpayah-payah mendidik anak. Ya, rata-rata menjunjung tinggi ibu masing-masing.

Itulah keriuhan di Indonesia.

Sementara di Baghdad, Irak, pada 31 Oktober 1950 lahir bayi perempuan. Kelak ia jadi arsitek perempuan pertama yang menerima penghargaan Pritzker Architecture, semacam Nobel Perdamaian di dunia arsitektur. Oleh orangtuanya, perempuan ini diberi nama Zaha Hadid.

Hadid tumbuh di salah satu bangunan pertama di Baghdad yang terinspirasi dari Bauhaus – sekolah bangunan di Jerman yang mengombinasikan antara craft dan fine art. Ia hidup di era yang mengonotasikan modernisme dengan glamour dan pemikiran progresif di Timur Tengah.

Hadid memulai kuliah di bidang matematika di American University, Beirut. Ia pindah ke London pada 1972 untuk belajar arsitektur di Asosiasi Arsitektural. Setelah lulus pada 1977, ia bergabung dengan Kantor Arsitektur Metropolitan (Office of Metropolitan Architecture – OMA). Ia juga mengajar di Asosiasi Arsitektural, berkolaborasi dengan rekan-rekannya dari OMA, yakni Rem Koolhaas dan Elia Zenghelis.

Ia membuka praktik arsitek sendiri di London pada 1980. Pada 1983, ia memenangkan kompetisi bergengsi yang diadakan sebuah pusat rekreasi dan hiburan, Hong Kong Peak Club. Ia mengerjakan karya-karya desainnya dengan teknik investigasi yang terinspirasi dari lukisan dan gambar. Sejak pameran retrospektifnya pada 1983 di Asosiasi Arsitektural, London, karya-karya arsitekturnya kemudian dipamerkan di berbagai penjuru dunia. Bahkan, banyak karyanya yang masuk dalam koleksi penting museum.

2

3

Hadid dikenal luas sebagai arsitek yang konsisten mendorong batas-batas arsitektur dan desain perkotaan. Ia kerap bereksperimen dengan konsep tata ruang yang baru, yang mengintensifkan lansekap perkotaan yang telah ada. Ia juga suka bereksperimen dengan semua bidang desain, dari skala perkotaan hingga interior juga furnitur.

Gaya desain Hadid memiliki karakter futuristik, tidak lazim, berani, sekaligus artistik. Banyak proyeknya yang akhirnya tidak jadi dibangun. Namun, ia tetap masuk dalam urutan ke 69 Majalah Forbes dalam kategori “Most powerful Women” pada 2008. Bangunan-bangunan cantik karyanya selalu membuat orang tertegun seakan-akan berkata dalam hati, “Bagaimana ia mendesainnya, ya?”

4

R

6

Karya-karya desainnya yang terkenal, antara lain: Vitra Fire Station di Weil am Rhein, Jerman (1993); Mind Zone at the Millennium Dome di Greenwich, Inggris (1999); Bergisel Ski Jump di Innsbruck, Austria (2002); Rosenthal Center for Contemporary Art di Cincinnati, Ohio (2003); dan MAXXI – National Museum of the 21st Century Arts di Roma, Italia (2010).