Reading Time: 3 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
tegel-vintage-talavera

Rooang.com | Desain interior vintage tidak bisa lepas dari jenis lantai yang digunakan. Belakangan, tegel klasik semakin digemari kembali, seiring makin nge-tren-nya fenomena dekorasi jadul ini. Salah satu gaya tegel klasik yang digandrungi adalah tegel warna-warna yang sangat chic. Warnanya cerah dan berani. Bahkan kita bisa menemukan sampai 3 warna dalam satu desain tegel ini.

Nyatanya, tegel seperti ini bukan berasal dari Indonesia asli, meskipun banyak produsen lokal negeri ini yang sudah membuatnya. Namanya adalah talavera dan dia berasal dari negeri eksotis penuh warna, Meksiko. Dilihat dari corak warna dan motifnya, sudah jelas berbeda dengan motif dan warna asli Indonesia. Lantas bagaimana sejarah dan kemunculannya di Nusantara?

Asal mula lahirnya tegel penuh warna ini cukup panjang untuk diceritakan. Tentu talavera sendiri juga bukan murni lahir dari kebudayaan negeri penghasil telenovela ini, karena ada banyak sekali pengaruh dari Spanyol selama masa kolonial. Pada dasarnya, setiap daerah pasti memiliki seni tembikarnya masing-masing. Yang membuatnya berbeda lalu akhirnya disebarkan ke berbagai tempat hanyalah teknik membuat dan coraknya.

Talavera sendiri adalah nama sebuah wilayah di Spanyol, tepatnya Talavera de la Reina. Saat masa kolonial, orang-orang Spanyol mengirimkan para pengarjin tembikar dari daerah tersebut, untuk mengajari penduduk pribumi Meksiko tentang cara tembikar yang bagus, termasuk bagaimana membuat tegel. Tegel talavera dinilai bagus karena dilapisi dengan lapisan pengilap dan lebih kuat. Uniknya, kini dunia lebih mengenal talavera sebagai kerajinan khas Meksiko, bukannya Spanyol.

Spanyol sendiri konon mendapat ilmu tentang cara pembuatan tembikar yang baik dari perantau asal Arab, Andalusia, Italia, serta Cina. Inilah mengapa keramik talavera berisi perpaduan antara warna biru dari Cina, pemilihan material dari Arab, dan teknik pembuatan dari Italia/Mediterannia. Motif tegel talavera dari Meksiko berbeda dengan tegel dan tembikar tradisional dari Spanyol. Motif dari Spanyol lebih klasik dan rumit, seperti corak bergaya Victoria. Sementara, talavera lebih pribumi dengan menampilkan tanaman dan binatang-binatang khas Meksiko. Warna yang paling banyak digunakan adalah putih, biru, kuning, dan oranye.

Awalnya, tegel dan aneka tembikar talavera ini hanya untuk menghias bangunan gereja dan biara. Setelah memilih tempat di Puebla (tempat di Meksiko yang memiliki tanah berkualitas untuk dijadikan tembikar), para pendeta meminta agar penduduk pribumi diajari cara membuat tegel yang baik. Dengan semakin makmurnya masyarakat dan meningkatnya kemampuan mereka dalam seni tembikar talavera, membuat produksinya meningkat. Talavera pun bisa dimiliki oleh rakyat biasa. Anda bisa melihat betapa khas dan cantik tegel ini saat berkunjung ke Puebla, kota di Meksiko yang terkenal dengan talavera-nya.

Talavera yang asli dari Puebla dibuat secara handmade. Untuk menjaga keaslian dan kepastian kualitas, para pengrajin akan membubuhkan semacam paraf di setiap karyanya, terutama yang berupa piring hias dan guci. Dari sekian karya kerajinan talavera, yang berwarna biru memiliki harga paling mahal, karena dibutuhkan mineral khusus untuk menghasilkan warna tersebut.

Sejak pertama kali dibuat oleh penduduk pribumi Meksiko, hasil keramik talavera buatan mereka langsung mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar. Para penjelajah spanyol dan orang-orang kaya lalu mengekspornya ke berbagai negara di Eropa, Amerika Utara, dan sebagian Asia. Hingga kini, pengrajin dari Puebla masih mengekspor hasil keramiknya ke berbagai penjuru dunia.

Bagaimana jenis tegel ini bisa masuk ke Indonesia kemungkinan besar adalah karena pengaruh dari para imigran Indonesia di Barat yang tertarik pada gaya interior di luar negeri. Ditambah lagi dengan berkembangnya teknologi informasi yang memudahkan kita untuk mendapat info perkembangan tren di luar negeri. Para produsen yang mengetahui arah selera masyarakat pun berusaha memproduksi tegel dengan motif yang hampir sama. Tentu lebih banyak penyesuaian pada warnanya, bukan motif.

Sumber:
www.inside-mexico.com
www.lafuente.com
www.talaveraemporium.com
www.latin-accents.com
www.mexicantiles.com