Reading Time: 3 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
singapura-bangsa-pintar2

Rooang.com | Kota pintar – yang dipenuhi dengan sensor dan teknologi yang terhubung untuk membantu memecahkan banyak masalah, mulai dari kemacetan hingga polusi – kini pelan-pelan menjadi kenyataan. Tapi, Singapura memiliki rencana yang lebih spektakuler lagi. Negara jiran ini hendak menjadi “bangsa pintar” pertama di dunia. Artinya, tiap inci dari negara patung Merlion ini akan terhubung untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat.

Steve Leonard, Wakil Deputi Eksekutif Infocomm Development Authority Singapura, mengatakan bahwa mereka sedang bekerja untuk men-dashboard bangsa Singapura dan menggunakan berbagai data untuk meningkatkan layanan pada masyarakat di berbagai bidang, seperti: kesehatan, transportasi, dan sumber daya.

singapore_glowing_skyscrapers

Memang saat ini berbagai kota di dunia sedang menguji coba teknologi pintar, semisal Kopenhagen. Ibu kota Denmark itu tengah mencoba puluhan smart streetlights yang mampu menghemat banyak energi. Tapi, jika berhasil, Singapura akan menjadi negara pertama yang mengoneksikan sepenuhnya semua infrastrukturnya.

Singapura telah mengumpulkan data-data terkait sistem, semisal transportasi. Bahkan, negara kecil ini juga mengetahui ke mana kendaraan pribadi bepergian, melalui perangkat in-car yang juga digunakan untuk membayar tol di jalan-jalan tertentu.

Menurut Leonard, hal yang penting adalah tidak membiarkan data tersebut berdiri sendiri. Mereka sedang berupaya untuk memikirkan bagaimana menautkan data-data dari sumber berbeda untuk mengatasi masalah di masa depan, semisal kepadatan kota dan populasi yang menua.

singapura bangsa pintar

Data transportasi, misalnya, bisa dipakai dengan data kesehatan untuk menggambarkan bagaimana mobil self-driving bisa membantu pasien usia lanjut untuk sesegera mungkin diantar ke dokter atau rumah sakit.

Saat ini, Singapura telah membuka 8 ribu set data pemerintahan untuk publik, sekaligus mengundang para start-up di mana saja untuk mencoba solusi-solusi baru yang bisa dicobakan pada negara tersebut. Pemerintah juga tengah berupaya untuk mengumpulkan data selekas mungkin mengenai tiap sistem yang memungkinkan. Mereka menamainya dengan E3A (Everything and Everyone, Everywhere, All the time).

Meski demikian, proyek ini masih menyisakan perdebatan, khususnya mengenai privasi. Bayangkan jika semua hal bisa ditelusuri, termasuk ke mana Anda mengendarai mobil pribadi atau kapan seorang pasien ke dokter. Ada risiko yang nyata tentang penyalahgunaan informasi. Tapi, ada pula potensi untuk perencanaan kota dan inovasi baru yang lebih baik.

singapura bangsa pintar2

Sebagaimana diungkapkan Leonard bahwa bangsa yang pintar adalah tentang segala hal yang Anda bayangkan. “Kita tahu efisiensi energi itu penting, begitu pula layanan kesehatan, transportasi, keamanan publik. Itulah mengapa kita menyebutnya bangsa pintar, bukan kota pintar,” ucapnya sebagaimana dikutip dari www.fastcoexist.com.

Jika ditilik dari skalanya, Singapura memang cocok menjadi negara pertama yang menerapkan infrastruktur pintar. Areanya kecil dan mudah dikelola serta sudah sangat terkoneksi. Pemerintahannya yang semiotoriter juga memiliki kekuatan untuk benar-benar membangun Singapura dengan cepat.

singapore-smart-nation-413x600

Singapura berencana untuk menggelar sistem baru secara bertahap, bekerja sama dengan pengusaha dan pemula dari seluruh penjuru dunia, untuk menguji solusi baru. Singapura tengah berupaya untuk mewakili sebuah laboratorium hidup. Sebab, di masa mendatang, pemerintah di berbagai negara bisa merujuk pada Singapura dalam hal penerapan bangsa pintar.