Reading Time: 2 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
smart-house

Rooang.com | Ayu Joddy, desainer interior dari Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) mengatakan, tahun 2015 ini akan marak dengan pembangunan rumah berkonsep smart house alias rumah pintar. Ini dikarenakan mayoritas masyarakat kelas menengah ingin hidup lebih praktis dan efisien.

Rumah pintar adalah desain rumah yang menggunakan teknologi smart system, khususnya minimalisasi penggunaan listrik. Dengan gadget yang dimiliki, pemilik rumah bisa mengatur pengelolaan lampu atau mengecek penggunaan listrik dari jarak jauh.

Dorongan hidup praktis, simpel, namun tetap aman dan nyaman, diperkirakan memiliki daya tarik bagi kaum manula yang hidup sendiri. Sehingga, jika para pengembang jeli, konsep rumah dengan teknologi pintar ini akan kian banyak mereka desain dan tawarkan.

Tidak hanya dari sisi perangkat teknologi, rumah pintar juga akan mendorong para produsen material bangunan untuk menciptakan produk-produk dengan teknologi nano, tahan kotor, sekaligus mampu menyesuaikan dengan suhu tubuh secara otomatis.

smart house2

Sebab, bangunan yang sesuai dengan visi 10-20 tahun ke depan adalah model hunian yang hemat energi, menggunakan material yang ramah lingkungan, sehat, nyaman, tidak banyak menggunakan bahan kimia, serta mampu meningkatkan produktivitas penghuninya. Jadi, tidak semata-mata orang berpikir memiliki rumah yang bagus secara desain dan kuat secara struktur.

Bagaimanapun juga harus diakui bahwa sistem rumah pintar ini masih mahal. Namun, orang-orang mulai berpikir untuk berinvestasi dengan hunian seperti ini. Tahun ini saja diperkirakan pendapatan dari pasar rumah pintar akan melebihi angka 48 miliar dolar AS. Pada 2019 diprediksi pemasukan dari sektor ini akan naik hingga 115 miliar dolar AS. Pada akhir dekade ini, diperkirakan hampir 12 persen dari rumah tangga di seluruh dunia akan memiliki setidaknya satu tipe dari teknologi pintar di rumahnya.

smart house3

Tony Fadell, CEO Nest (perusahaan yang memproduksi produk rumah terintegrasi yang telah dibeli Google pada awal tahun lalu), pun meramalkan bahwa dalam satu dekade ke depan, semua peralatan listrik di rumah akan terhubung dengan internet. Konsep Internet of Things (IoT) pun dimunculkan. Konsumen di wilayah Asia Pasifik, termasuk Indonesia, disebutkan sangat antusias menyambut teknologi terhubung ini.

Icontrol Network, perusahaan yang bergerak di teknologi rumah pintar, pun telah melebarkan sayap bisnisnya di Asia pada Oktober silam. Bekerja sama dengan provider dari Jepang, mereka menawarkan sistem rumah pintar yang bisa dipasang sendiri oleh konsumen.

Bagaimana dengan Anda? Terpikirkah memiliki rumah pintar?