Reading Time: 3 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
header2

Rooang.com | Kali ini redaksi Rooang berkesempatan mengunjungi salah satu obyek arsitektural peninggalan zaman kolonial di Surabaya. Menganut gaya Indische, Rumah Loji Sawoong yang terletak di Jalan Makam Peneleh nomor 46 Surabaya ini kental dengan detail-detail arsitektural yang mencerminkan kemegahan, keangkuhan, dan sikap aristokratik abad 19.

1,2

1,1

Dengan tinggi 3,2 meter, pintu-pintu di Rumah Loji hadir sebagai penghubung antar ruang. Ukuran dan tinggi yang tidak biasa jika dibandingkan dengan skala manusia jelas menjadi bukti bahwa sebuah keangkuhan dimunculkan melalui dimensi detail arsitektural.

1

3

4

4,3

Selain itu, unsur estetika juga dimunculkan pada bouvenlicht yang terdapat di atas pintu. Tidak hanya berfungsi sebagai ventilasi rumah, bouvenlicht Rumah Loji juga menjadi pemanis cantik yang melengkapi rumah bergaya Indische ini.

5,1

6

8

9

Sikap aristokratik tidak hanya diwujudkan dengan daun-daun pintu yang tinggi dan besar, namun juga pada jendela-jendela yang terdapat di setiap ruangan. Teralis-teralis besi yang terpancang pada jendela pun seakan unjuk gigi untuk memperlihatkan kemegahan dan kekuatan dari Rumah Loji.

12

13

15,1

15,2

16

18

20

Terdapat perbedaan pada jendela yang ada di sisi belakang rumah induk dengan jendela-jendela di sisi samping dan depan rumah. Untuk membukanya, daun-daun jendela tersebut harus digeser. Selain itu, material kacanya pun berbeda. Pada jendela belakang, kaca yang digunakan adalah kaca buram, sehingga sinar matahari dapat tetap masuk ke dalam rumah tanpa membuat ruangan terlalu silau ataupun panas.

22

23

Pada sisi belakang rumah induk, terdapat detail arsitektural yang bersingungan dengan sosoran atap. Desainnya yang meliuk-liuk seperti tanaman yang menjalar, semakin menambah keelokan dari rumah yang dibangun pada tahun 1907 tersebut.

25

29

30

Usaha yang dilakukan oleh pemilik Rumah Loji saat ini, Kuncarsono Prasetyo, patut diapresiasi. Merestorasi sebuah rumah zaman kolonial dan mengembalikannya ke rupa sedia kala merupakan bentuk penghargaan Kuncarsono kepada peninggalan leluhur. Sehingga detail-detail arsitektural yang khas pada zamannya ini dapat dinikmati generasi sekarang dan selanjutnya.

Menarik, bukan, Sobat Rooang? Tertarik mengunjungi Rumah Loji ini? Bagian mana yang paling Anda suka dari rumah ini? Bagikan di kolom komentar, ya.

1 COMMENT

  1. Foto-foto di atas menunjukkan kondisi rumah pada saat sedang proses restorasi.
    Bagaimana dengan kondisi setelah direstorasi?
    Saya yakin lebih megah dari sebelumnya.
    Untuk itu, apakah bisa ditampilkan foto-foto kondisi rumah setelah proses restorasi selesai?
    Matur nuwun sebelumnya.