Reading Time: 3 minutes
1 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 5
Loading...
mengecat-dengan-spon

Rooang.com | Washed painting merupakan salah satu teknik pengecatan artifisial dengan alat berupa spon untuk menghasilkan motif. Washed painting adalah cara murah untuk memiliki motif di dinding rumah. Dengan washed painting ini, Anda tidak perlu lagi membeli wallpaper. Caranya pun tidak serumit mengecat dengan stensil. Dengan washed painting, Anda bahkan bisa mendapatkan tampilan dinding dengan beragam motif, mulai dari awan, marmer, dan masih banyak lagi.

Namun, mengecat dengan motif-motif tersebut membutuhkan kemampuan melukis, daya imajinasi, dan kreativitas tingkat tinggi. Alih-alih mengurangi biaya pengecatan, Anda justru harus menyewa jasa tukang cat khusus agar bisa menghasilkan dinding dengan motif yang baik. Tapi, jangan khawatir, Anda tetap bisa melakukan washed painting memberik motif unik di dinding rumah. Berikut langkah-langkah mengecat dengan washed painting.

1. Siapkan peralatan

Alat-alat yang dibutuhkan dalam washed painting antara lain:

  • Cat dinding dengan 2 warna: warna dasar dan warna motif. Warna dasar lebih terang daripada warna motifnya.
  • Cat transparan
  • Air untuk melarutkan cat
  • Kertas koran, kain, atau plastik untuk menutup lantai dan furniture di sekitar dinding
  • Kuas/roller untuk mengaplikasikan cat warna dasar
  • Spon laut alami), bisa didapatkan di toko kebutuhan rumah, online shop, atau di toko alat kecantikan (spon ini biasa digunakan sebagai penggosok badan, pengganti shower puff)
  • Wadah cat

2. Mempersiapkan dinding

Tutupi area sekitar dengan plastik atau keluarkan barang yang ada dalam ruangan tersebut. Cat dinding yang telah mengelupas terlebih dahulu harus diamplas, dicuci, lalu dibersihkan sampai tidak ada kotoran yang menempel di dinding. Keringkan dinding agar lebih mudah dicat. Bila perlu, aplikasikan cat dasar khusus tembok lama terlebih dahulu, sebelum tembok benar-benar dicat dengan cat akhir.

3. Mengecat dengan warna dasar

Aplikasikan cat dasar secara merata ke permukaan dinding yang ditentukan. Karena termasuk cat akhir, maka akan lebih baik jika dicat sampai 2 atau 3 kali lapisan agar dinding terlindungi secara maksimal dan warnanya merata.

4. Siapkan cat motif dan spon

Larutkan cat dalam sebuah baskom. Rendam spon dalam air, lalu peras sampai tidak ada air yang menetes. Oleskan cat pada permukaan spon. Oleskan tipis-tipis saja. Cat yang terlalu tebal malah akan menghilangkan motif yang diinginkan.

5. Membuat motif

Oleskan cat dengan spon pada dinding. Putar-putar agar motifnya lebih merata dan indah. Jangan mengoleskan dengan cara disapukan, tapi cukup ditempel-tempelkan pada dinding sampai motif merata. Sesekali, cuci spon dengan air bersih lalu lapisi dengan cat. Hal ini agar tingkat ketebalan warna tetap seragam dan tidak ada cat yang menggumpal pada spon

6. Aplikasikan cat transparan

Setelah dinding benar-benar kering, lapisi dengan cat transparan. Cat transparan berperan melindungi permukaan dinding agar tidak mudah kotor dan terlihat lebih mengilap.

Tips:

  • Sebelum melakukan pengecatan pada dinding, ada baiknya Anda melakukan percobaan terlebih dahulu pada papan triplek. Percobaan ini tujuannya untuk mengetahui apakah teknik yang digunakan sudah tepat dan apakah kombinasi warnanya terlihat bagus.
  • Pengecatan dengan teknik washed painting ini bisa menggunakan 2 warna/motif, misalnya merah muda dengan biru laut. Caranya, bubuhkan warna pertama lebih dulu, lalu bubuhkan warna kedua setelah cat pertama benar-benar mengering.

Dengan memberikan motif pada dinding, maka suasana baru akan tercipta di rumah Anda. Selamat berkreasi!

Sumber:
 www.doityourself.com
 www.bhg.com