Reading Time: 3 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
chinaolympics_5_wide-b0032a0adcd9c6a60d85e596f4bc699b58c73ecc

Rooang.com | Beijing National Stadium atau yang biasa lebih dikenal sebagai Bird’s Nest (Stadion Sarang Burung) merupakan sebuah stadion yang terletak di tengah kompleks Olimpiade di bagian utara Beijing, Tiongkok. Konsep awal dari sang arsitek, Herzog and de Meuron, adalah merancang sebuah karya arsitektur yang tidak hanya akan menjadi sebuah simbol atau arena olah raga digunakan pada saat perhelatan olimpiade, namun juga sebuah karya yang akan terus dapat berfungsi sebagai ruang publik bagi masyarakat di bagian utara Kota Beijing. Untuk mencapai hal tersebut, di sekitar stadion Sarang Burung ini dilengkapi dengan program-program penunjang seperti restoran, toko-toko, dan taman yang dapat menjadi tempat untuk bersosialisasi bagi masyarakat di sekitarnya.

Bird's Nest Stadiumimage credit

Bentuk dasar dari stadion ini adalah elips melingkar yang dalam hal ini mewakili simbol surga dalam kebudayaan Tiongkok. Sedangkan dari kejauhan, stadion terlihat menyerupai sebuah bentuk kolektif raksasa, seperti kapal bergelombang landai yang dilapisi dengan fasade bangunan berupa garis-garis abstrak. Namun, pada kenyataannya, seluruh bagian dari fasade bangunan tersebut merupakan suatu kesatuan struktur bangunan terintegrasi yang tidak dapat dipisahkan. Meskipun terlihat seperti garis-garis abstrak yang tidak berpola, fasade bangunan ini dirancang dengan perhitungan dan pola geometri yang kompleks. Untuk menjaga agar stadion dapat melindungi pengguna ruang dari cuaca, pada bagian atap dilapisi dengan membran ETFE (etil tetrofluoroethylene).
Bird's Nest Stadiumimage credit

Bird's Nest Stadiumimage credit

Proses perencanaan dan pembangunan stadion ini berlangsung hampir satu dekade. Pada bulan April 2003, desain stadion rancangan arsitek Herzog and de Meuron terpilih menyisihkan 13 kandidat dalam kontes perancangan stadion untuk Olimpiade Beijing 2008. Pembangunan stadion ini menghabiskan biaya sekitar US$ 428 juta. Pembangunan dimulai pada 24 Desember 2003 dan stadion ini diresmikan pada 28 Juni 2008. Stadion ini dipakai pertama kali pada upacara pembukaan Olimpiade Beijing 2008 pada tanggal 8 Agustus 2008. Stadion ini memiliki luas 254.600 meter persegi dan dapat menampung hingga 91.000 penonton.

Keberhasilan pelaksanaan Olimpiade Beijing 2008 menjadikan stadion ini dikenal secara luas oleh masyarakat dunia. Namun, terlepas dari keberhasilan yang diraih pada saat pelaksanaan Olimpiade Beijing 2008, tidak banyak acara-acara olah raga ataupun hiburan yang dilaksanakan di stadion Bird’s Nest. Bahkan, beberapa acara yang tadinya akan dilaksanakan di stadion ini dibatalkan dikarenakan sepinya peminat dibandingkan dengan kapasitas stadion yang sangat besar. Hal ini cukup mengkhawatirkan, karena perawatan Beijing National Stadium sendiri membutuhkan biaya sekitar US$ 9 juta per tahunnya. Untuk dapat memenuhi hal tersebut, terdapat rencana jangka menengah untuk membangun kawasan komersial dan hotel di sekitar.

Bird's Nest Stadium

image credit

Bird's Nest StadiumImage Credit 

Bird's Nest StadiumImage Credit

Adanya pembangunan kawasasan komersial tidak akan mengubah fungsi stadion Sarang Burung sebagai atraksi wisata dan juga tempat perhelatan acara olah raga dan hiburan. Stadion ini juga rencananya akan digunakan sebagai arena untuk upacara pembukaan dan penutupan olimpiade musim dingin 2022 apabila Beijing terpilih sebagai kota pelaksana.

Terlepas dari segala kesuksesan dan masalah yang dihadapi, tidak dapat dipungkiri bahwa National Beijing Stadium merupakan sebuah simbol arsitektur yang diakui dunia. Stadion ini juga merupakan salah satu simbol penting dalam perkembangan arsitektur dan kebudayaan Tiongkok. Bahkan sebagian masyarakat menilai, stadion ini merupakan simbol kebudayaan modern yang sama pentingnya dengan Tembok Besar, yang merupakan simbol kebudayaan klasik Tiongkok. Diharapkan, di masa depan stadion Sarang Burung tidak hanya berperan sebagai sebuah simbol arsitektur dan kebudayaan, namun juga dapat membantu meningkatkan kondisi ekonomi di sekitarnya.

 

Sumber :
http://www.herzogdemeuron.com
http://www.arup.com
http://www.spiegel.de/international/world/herzog-on-building-beijing-s-olympic-stadium-only-an-idiot-would-have-said-no-a-569011.html

 

Artikel kiriman D. Anita