Reading Time: 6 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
plants-in-the-living-room-plants-in-the-living-room

Rooang.com | Tak bisa dipungkiri, hidup sehat adalah hidup yang kita impikan saat ini. Pasalnya, kondisi lingkungan di negara berkembang seperti Indonesia sudah tak lagi sehat seperti dulu kala. Mengapa? Karena indikator-indikator pembentuk lingkungan yang sehat sudah tak lagi jadi acuan. Salah satunya adalah kualitas udara yang buruk akibat polusi. Ya. Di luar ruangan, polusi acap kali terbang bebas di udara, misalnya polusi asap kendaraan bermotor, asap hasil pembakaran sampah, asap limbah industri, dan lain-lain.

Namun tahukah Anda, polusi udara yang berbahaya tak hanya dapat kita jumpai di luar ruangan saja, lho. Di dalam ruangan ternyata lebih banyak mengandung polusi yang berbahaya. Kok bisa? Ya. Menurut studi paparan polusi udara oleh EPA menunjukkan bahwa tingkat polusi dalam ruangan mungkin 2 sampai 5 kali – dan kadang-kadang lebih dari 100 kali – lebih tinggi dari tingkat polusi luar ruangan. Hidup dan bekerja di tempat yang dipenuhi udara terkontaminasi dan ventilasi yang kurang layak dapat menyebabkan “sick building syndrome” dengan gejala seperti sakit kepala, pusing, mual, iritasi mata, hidung, dan telinga.

Rata-rata kita memang menghabiskan waktu lebih dari 90% tinggal di dalam ruangan. Sumber-sumber polusi udara di dalam ruangan ini dapat berasal dari sumber pembakaran seperti minyak, gas, minyak tanah, batu bara, kayu, dan produk tembakau; perabot, pelapis, bahan bangunan sintetis, dan produk pembersih yang dapat memancarkan senyawa beracun seperti formaldehida, amonia, benzena, xylena, dan lain-lain. Polusi udara di dalam ruangan juga bisa disebabkan oleh bakteri, virus, dan jamur. Semua ini diperparah dengan ventilasi yang buruk dan ruangan yang terlalu kecil.

Tapi Anda tak perlu terlalu khawatir. Sebab, solusi untuk mengatasi polusi udara di dalam ruangan ini sangat mudah dan tak perlu repot menghadirkannya. Ilmuwan NASA telah mencari solusinya, yakni tanaman hias yang indah dan mudah perawatannya. Tanaman hias ini menyerap beberapa partikular buruk dari udara dan pada saat yang sama mereka juga mengambil karbondioksida, yang kemudian diolah menjadi oksigen melalui fotosintesis. Namun, apakah merawat tanaman di dalam ruangan membutuhkan waktu dan tenaga ekstra jika dibanding dengan di luar ruangan? Jawabannya tidak untuk 9 tanaman hias di bawah ini. Selain bentuknya yang indah karena merupakan tanaman hias, 9 tanaman hias pembersih udara di bawah ini juga tidak memerlukan perawatan yang repot lho!

Yuk, simak baik-baik ulasannya berikut ini.