Reading Time: 3 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
gedung_pustaka_riau

Rooang.com | Gedung-gedung di belahan dunia barat boleh jadi memiliki desain yang mengagumkan. Namun, negara-negara di Asia Timur seperti Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Kamboja, Myanmar, Filipina, Thailand, Vietnam serta negara- negara Asia lainnya juga tidak boleh diremehkan. Mereka juga memiliki arsitektur yang menakjubkan. Kabar gembiranya, pada akhir Februari lalu, Indonesia mendapatkan dua juara pada kompetisi tingkat ASEAN.

Pada Citation of Excellent Architectural Design Reflecting East ASEAN Identity, atau Lomba Desain Arsitektur Asia Timur, kedua karya arsitektur dari Indonesia mendapatkan predikat terbaik pertama dan terbaik ketiga. Kedua bangunan tersebut terpilih sebagai desain arsitektur yang mencerminkan identitas negara-negara ASEAN, setelah melewati tahap seleksi regional yang diselenggarakan di Jakarta, Indonesia. Kompetisi ini menghadirkan peserta-peserta pilihan, peserta terbaik dari masing-masing negaranya.

 

(Baca juga: Bagaimana Arsitek Indonesia Dapat Sertifikasi ASEAN?)

Kegiatan Citation of Excellent Architectural Design Reflecting East ASEAN Identity dimaksudkan sebagai forum untuk saling tukar menukar gagasan antarkomunitas di kawasan Asia Timur melalui lomba desain arsitektur yang mencerminkan identitas Asia Timur.

Pada 25-28 Februari 2015 lalu, Tri Handini dari Indonesia berhasil menyabet juara pertama dengan Riau Library (Perpustakaan Riau). Peringkat kedua diberikan kepada Aung Sea Sar dari Myanmar dengan The Myat Mingalar Hotel dan peringkat ketiga diberikan kepada Yu Sing dari Indonesia dengan Wika Leadership Centre.

“Nah, dengan adanya kegiatan ini, kita mencoba untuk menyadarkan kembali masyarakat ASEAN tentang arsitektur yang kita miliki yang tidak kalah bagusnya dengan Barat,” – Diah Harianti, Direktur Internalisasi Nilai dan Diplomasi, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

“Selain untuk menunjukkan kekuatan arsitektur Asia, kegiatan ini juga dijadikan sebagai forum tukar menukar gagasan antara sesama arsitek ASEAN,” Diah. Ar. Jose Danilo Silvestre, dewan juri dari Filipina

“Persyaratan mutlak dari penilaiannya terletak pada inovasi, daya saing dan kesinambungan,” – Budi Sukada,  ketua Ikatan Arsitek Indonesia

5959987695_c8fbd20c85_b

image credit

Dalam perlombaan ini juri dari Indonesia tidak bisa menilai desain dari negaranya sendiri. Begitu juga dengan dewan juri lainnya tidak boleh menilai karya dari negara mereka masing-masing. Kedua puluh desain bangunan yang dilombakan tersebut nantinya akan dipamerkan secara estafet ke negara-negara ASEAN.

Perpustakaan Daerah Riau (Riau Library)

Ini mungkin terobosan dalam hal mendorong masyarakat untuk gemar membaca. Di Riau, perpustakaan daerah provinsi itu tidak saja dibuat megah, tetapi juga familier dengan masyarakat.

Perpustakaan ini telah menjadi semacam ‘community center’ bagi masyarakat Riau, khususnya Kota Pekanbaru. Di lantai bawah gedung perpustakaan ini memang terdapat kafe yang dikelola oleh “Kopi Teng” yang terkenal memiliki gerai sarapan paling popular di Pekanbaru.

Sejalan dengan gerakan “Riau Membaca”, arsitektur gedung perpustakaan yang diberi nama Soeman HS ini memadukan desain khas Melayu dan modern. Bentuk perpustakaan ini seperti rehal atau meja kecil yang biasa dipakai untuk membaca Al-Qur’an.

“Ini menunjukkan ekspresi dan inovasi tinggi, yang berakar pada kebudayaan Melayu. Desain perpustakaan ini tidak murni tradisional karena memiliki unsur modernitas,” – Jose Danilo A Silvestre, Guru Besar Arsitektur Universitas Filipina

Soeman HS sendiri adalah novelis asal Riau keturunan Tapanuli yang dikenal lewat novel ‘Mencari Pencuri Anak Perawan’ (1930). Gedung perpustakaan yang dianggap paling cantik di Indonesia ini diresmikan oleh wakil presiden Indonesia kala itu, Jusuf Kalla pada tahun 2008.

 

(Baca juga: Keren! Ada Perpustakaan Outdoor di Jerman)

 

Selain menyimpan koleksi buku, Perpustakaan Soeman HS juga multifungsi. Perpustakaan ini kerap dipakai untuk gelaran berbagai event di Pekanbaru. Kapasitas gedung berlantai enam ini adalah 1.000 pengunjung tiap lantainya. Terdapat public library, children library, student library, educational room, auditorium, bilik budaya Melayu, atrium, meeting room, discussion room, audio visual room, CCTV, internet room, layanan Wi-Fi di setiap ruangan, media center, musala, kafe, kantin, sampai toilet hotel bintang empat!

 

5099_93197143021_93164873021_2058683_8132856_n

image credit

Perpustakaan1 - Copy

image credit

perpustakaan2 - Copy

image credit

perpustakaan4 - Copy

 

image credit

Saat ini, Perpustakaan Daerah Riau Soeman HS telah menjadi e-Pilot National Project Percontohan Perpustakaan se-Indonesia.

Sudah sepatutnya kita bangga akan kebangkitan arsitektur Indonesia di mata dunia, Sobat Rooang!

Sumber:

kebudayaan.kemdikbud.go.id
koran-jakarta.com
8penjuruangin.blogspot.com