Reading Time: 6 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
529fc8a8e8e44ebb0d000050_centre-for-photovoltaics-and-renewable-energy-henn_ep02936-008-1000x666

Rooang.com | Hari Bumi yang diperingati tiap tanggal 22 April, seolah tak pernah bosan untuk mengingatkan kita tentang lingkungan tempat kita hidup. Isu yang hangat dibicarakan adalah isu pemanasan global. Bumi kita yang berumur jutaan tahun ini digadang-gadang telah ‘kehabisan’ isinya. Seluruh potensi sumber daya alam yang terdapat di dalam bumi, telah banyak digunakan oleh penduduknya hingga jumlahnya menipis. Akhirnya, gerakan ‘hemat energi’ pun tak jarang kita lakukan. Sebut saja gerakan Earth Hour yang dilakukan dengan mematikan lampu (alat elektronik) serentak selama 1 jam. Gerakan ini diusung sebagai langkah kecil dalam penghematan energi. Ada juga gerakan Saving Our Energy yang dilakukan dengan penelitian untuk menemukan energi terbarukan sebagai pengganti energi konvensional yang selama ini kita pakai.

Di dunia arsitektural, para arsitektur tak mau kalah ikut andil dalam gerakan pro-bumi ini. Redaksi Rooang mengamati beberapa terobosan yang dilakukan oleh para arsitektur untuk mengusung penghematan energi, salah satunya adalah dengan menciptakan bangunan penghasil energi. Tak tanggung-tanggung, dengan merancang bangunan inovatif ini, efisiensi dan penghematan penggunaan energi konvensional – khususnya listrik – dapat diwujudkan. Untuk melihat seperti apa kiprah mereka, mari kita simak satu per satu detil bangunannya.