Reading Time: 6 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
CA6qMxaWQAAj2sU

Rooang.com | Kecintaan pada benda-benda vintage ternyata merupakan salah satu jalan untuk menyelamatkan lingkungan. Bagaimana bisa? Luthfi Hasan, pendiri Jakarta Vintage juga seorang narablog sekaligus perancang interior ini memang menyukai dan mengusung konsep vintage dalam setiap desainnya. Kata Luthfi, budaya vintage, ternyata juga budaya “hijau” yang ramah lingkungan. Simak penjelasannya berikut ini, serta sedikit bocoran tentang buku Happy Vintage.

LUTHFI-PHOTO-JAKARTAVINTAGE-copyimage credit

Luthfi memberikan contoh-contoh kursi-kursi vintage yang dipamerkan Jakarta Vintage. Semua kursi bisa diakses di jakartavintage.coIa juga aktif di twitter pribadinya, @jakartavintage.

IMG_1682

image credit

17-resize

image credit

18-resize

image credit

40-resize1

image credit

Setiap kursi tersebut unik dari segi konsep dan desain. Kursi-kursi tua tersebut ia perbaiki, lalu memberikan sentuhan bahan pilihan dan corak yang istimewa pada upholstery kursi tersebut. Bahan-bahan kursinya didapatkan dari toko-toko barang antik di seluruh dunia. Tak hanya di toko bahan khusus sofa dan furnitur, ia juga berburu kain di toko-toko gorden, bahkan toko garmen.

Kursi tersebut juga diminati oleh orang asing. Sayangnya, semangat ‘hijau’ yang Luthfi usung ini rupanya belum banyak disadari oleh masyarakat Indonesia.

“Bisa punya nenek atau punya orang tua yang ada di garasi. Barang-barang tersebut bisa kita pakai. Itu yang kita promosikan, ramah lingkungan.”

“Kita ingin membuat orang jangan terlalu konsumtif. Jangan terlalu dengan mindset, terdikte oleh mindset seperti itu. Itu kan industri. Jadi, tiap tahun beli, itu kan kita mengikuti, didikte industri. Kita tidak diuntungkan, lingkungan tidak diuntungkan. Memang, untuk ekonomi iya. Tapi kita juga membangun ekonomi, ekonomi di sekitar rumah kita. Ekonomi kecil, seperti tukang sofa, tukang kursi di sekitar rumah kita, kita harus bantu.”

(baca juga: Tips-trik Dekorasi Ruang Bergaya Eklektis)

Selain itu, Luthfi Hasan, desainer interior dari label Jakarta Vintage menyebutkan bahwa interior sudah seharusnya membuat seisi rumah, apartemen, maupun kantor merasa bahagia.

It’s all about happiness. If you’re not happy with your home, something is wrong,”

“Pengertian saya menggunakan barang vintage adalah semangat menggunakan barang di sekitar kita. Saya ingin mendorong orang untuk tidak konsumtif. Jangan apa-apa dibuang.”

Selain menguntungkan dari segi ekonomi, memanfaatkan barang-barang vintage juga mampu mengasah kreativitas. Tidak hanya itu, desain interior vintage akan menciptakan kesan yang unik, berbeda dan eksklusif.

Vintage itu memberikan karakter pada ruangan, jadi lebih personal dan lebih tidak pasaran. Kalau dalam mendekorasi atau mendesain kita selalu beli dari toko, pasti ada ribuan yang seperti itu.”

Mendekorasi a la vintage adalah percaya diri dengan selera pribadi yang membuat nyaman untuk tinggal di dalam hunian. Apalagi di Indonesia banyak tempat untuk berburu material-material vintage, mulai dari lukisan, patung, keramik, hingga furnitur.

“Jangan jaim (jaga image, jaga citra), rileks saja. Intinya kita harus membuat nyaman.”

Hobi menulis blog mengantarkannya sebagai pebisnis, selain juga sebagai advertising agency. Jakarta Vintage, blog yang ia buat untuk tempat berbagi antarpenggemar vintage dan tempatnya membagikan konten kalimat dan foto. Luthfi lalu dipercaya menjadi kurator barang-barang vintage. Hingga akhirnya Jakarta Vintage memasok furniture  (khususnya kursi) di berbagai tempat (rumah, kantor, kafe) dan sekarang berjalan sebagai bisnis online shopping.

Menariknya, ia tidak memiliki background pendidikan interior sama sekali. Namun, mau tak mau ia pun harus belajar untuk memperdalam ilmunya tentang interior dan desain agar bisa lebih memahami bisnis interiornya ini.

Produk yang dihasilkan Jakarta Vintage juga mengusung konsep green living yaitu reuse, recycle, dan repurposed karena memberdayakan barang-barang yang sudah ada. Dijelaskan olehnya sedikit tentang perbedaan antik dan vintage, yaitu antik adalah barang diatas 100 tahun dan seharusnya tidak dirubah untuk menjaga nilai dan keasliannya, sedangkan vintage adalah barang sekitar 30-50 tahunan.

Tentang Buku Happy Vintage

Berbicara tentang buku yang ia buat, berjudul Happy Vintage, ialah buku yang membahas banyak desain vintage yang sedang tren saat ini. Buku ini juga dilengkapi bonus kartu pos.

image credit

image credit

Dimulai dengan membahas rumah Luthfi Hasan, yang menurutnya desain yang sangat personal. Ia benar-benar menuangkan idenya secara penuh.

“Saya tidak bisa berada di dalam sebuah ruangan yang terlalu minimalis, saya merasa bahwa ruang itu terlalu dingin dan tidak menginspirasi.”

(baca juga: Menengok Karya Cantik Khas Ruma Manis)

Ia juga menyisipkan tips agar ruangan menjadi terlihat vintage:
1. Gunakan kayu karena kayu terlihat hangat baik itu pada furnitur maupun pada flooring. Ada banyak contoh di dalam buku ini. Kayu pada furnitur juga kadangkala dicat selain dibiarkan untuk menunjukkan teksturnya.
2. Gunakan unsur seni untuk memperindah ruangan. Gunakan barang seni yang menurut anda bagus dan Anda sukai daripada yang mahal dan tidak Anda sukai. Kadangkala barang seni juga merupakan unsur investasi yang bisa anda harapkan untuk naik di masa depan.

image credit

3. Gunakan chandelier. Sebuah chandelier adalah selalu elegan dan bergaya bahkan sebuah ruangan tidak akan lengkap tanpa adanya chandelier ini.

4. Gunakan karpet yang menurut anda paling anda sukai. Sebuah karpet bisa menegaskan suatu area vokal di dalam sebuah ruangan atau sebuah set furnitur. Bahkan karpet juga bisa menunjukkan karakter pemiliknya.

5. Gunakan lounge chair yang nyaman dan Anda pilih berdasarkan kenyamanan dan Anda menyukainya. Sebuah kursi seperti ini tidak hanya aksen dekoratif semata namun ia juga memiliki fungsi. Gunakan material yang tidak biasa dan juga motif yang khusus sehingga menjadikan sofa Anda menjadi unik.

image credit

image credit

Sebuah tempat yang bahagia adalah ruangan di mana Anda mencintai dan merasa dicintai.

image credit

image credit

Seperti dilansir dari astudioarchitect.com, Luthfi Hasan dengan Jakarta Vintage memberikan banyak pilihan furnitur dan dekorasi yang terinspirasi atau memang merupakan benda-benda tua dari hasil berburu di seluruh pelosok Indonesia dan juga luar negeri. Cara memajang benda-benda koleksinya juga unik yaitu dengan meletakkan benda-benda seperti kursi pada dinding.

image credit

image credit

image credit

image credit

image credit

image credit

Terakhir, Luthfi memberikan beberapa tips dalam membeli benda-benda antik dan vintage:

  • Anda harus benar-benar memperhatikan tentang berapa budget yang Anda ingin keluarkan.
  • Jangan membawa terlalu banyak uang karena ada kemungkinan Anda bisa terbawa untuk langsung membelinya.

image credit

image credit

  • Berfokuslah pada apa yang Anda sukai dan gunakan waktu untuk benar benar memperhatikan benda apa yang Anda sukai dari seluruh koleksi yang dimiliki oleh seorang penjual.
  • Selalu tawar barang tersebut untuk mendapatkan harga yang murah karena Anda mungkin tidak pernah menyadari berapa harga yang sebenarnya dari sebuah barang.
  • Gunakan baju yang casual jangan membawa tas yang besar dan dompet. Taruh saja uang anda di dalam saku.

Bagaimana, ingin membaca buku Happy Vintage, Sobat? Mempunyai furnitur, rumah, kafe, atau toko bergaya vintage? Jangan lupa bagikan fotonya di Rooangku.

 

Sumber:
http://astudioarchitect.com
http://cnnindonesia.com
http://properti.kompas.com
http://startupbisnis.com
http://tempo.co