Reading Time: 3 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
Maternityhouse1

Rooang.com | Di Zambia, lebih dari 1000 wanita meninggal saat hamil dan melahirkan setiap harinya. Fenomena ini tak jarang ditemukan di negara-negara berkembang, termasuk Zambia, dimana fasilitas kesehatannya kurang layak dan memadai. Kesulitan dalam mengaksesnya menjadi satu persoalan utama di masyarakat, sebab mereka harus menempuh perjalanan yang jauh untuk tiba di rumah bersalin. Di wilayah Masaiti misalnya, dengan luas wilayah sekitar 6000 km persegi (sama dengan tiga kali ukuran Tokyo), hanya dilayani oleh satu dokter dan 12 bidan. Kebanyakan wanita hamil di wilayah tersebut tak mampu mencapai fasilitas kesehatan yang membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga jam untuk mencapainya. Maka ibu-ibu hamil itu pun ‘dipaksa’ untuk melahirkan di rumah tanpa perawatan medis yang tepat. Akibatnya, mereka banyak yang kehilangan nyawa dalam proses persalinan.

Adalah JOICFP (Japanese Organization for International Cooperation in Family Planning) yang berkolaborasi dengan arsitek asal Jepang, Mikiko Endo, yang merancang dan membangun rumah tunggu bersalin (maternity waiting house) di Zambia, Afrika Selatan. Rumah tunggu bersalin yang terletak di distrik pedesaan tersebut menyediakan fasilitas bagi wanita yang sedang hamil untuk tinggal selama akhir proses kehamilan mereka dan menerima pelayanan kesehatan hingga proses kelahiran tiba.

maternity-house-zambia

Image credit

Untuk proses konstruksi yang cepat dan murah, rumah tunggu bersalin ini dibuat dari kontainer daur ulang yang sebelumnya digunakan untuk mengangkut barang, lalu ditutupi oleh atap besar yang membuatnya tampak seperti rumah yang hangat. Proyek yang didanai oleh 100 orang dermawan di Jepang ini diharapkan mampu mengurangi resiko angka kematian saat melahirkan di Zambia.

Endo dan tim mengundang 100 orang masyarakat setempat untuk bergabung dan mendesain rumah tunggu bersalin tersebut. Mereka membantu menuliskan nama 100 orang donatur dari Jepang, serta menghiasi semua sisi kontainer dengan gambar dan cetakan dedaunan. Ini dilakukan agar masyarakat ikut ambil bagian dalam proses pembangunan rumah tunggu bersalin ini, sehingga mereka akan akrab dengan kehadirannya.

Maternityhouse4

Image credit

 

Maternityhouse3

Image credit

Maternityhouse5

Image credit

mhouse-z

Image credit

Pembangunan rumah tunggu bersalin ini dimulai pada bulan Januari 2011, dengan anggota SMAG (Safe Motherhood Action Group) yang berjumlah 140 orang relawan, ikut membantu membangun pondasinya. Sang arsitek, Mikiko Endo, yang ahli dalam merancang ruang untuk anak-anak dan pengembangan masyarakat, memberikan dukungan teknis dalam perencanaan dan desain pekerjaan, serta menggabungkan saran dari masyarakat setempat. Dua kontainer dengan panjang 40-kaki yang dikirim dari Jepang didaur ulang menjadi sebuah bangunan. Selain ramah lingkungan, juga mengurangi biaya dan waktu. Kontainer diletakkan sejajar, kemudian diletakkan atap di atas dan dipotong beberapa bagian untuk jendela dan pintu. Bangunan ini memiliki delapan kamar kecil dengan fasilitas dapur dan toilet bersama.

Rumah tunggu bersalin ini selesai pada bulan Juni. Upacara resmi pembukaannya diselenggarakan pada tanggal 16 Juni 2011 yang dihadiri oleh 500 orang. JOICFP dan Endo menyelenggarakan lokakarya lukisan partisipasi masyarakat untuk menempatkan sentuhan akhir pada bangunan, dengan lebih dari 120 anggota SMAG dan orang-orang dari masyarakat setempat turut ambil bagian.

Maternityhouse7

Image credit

Selamat Hari Kesehatan Internasional, Sobat Rooang!

Maternity Waiting House di Zambia2011
Copperbelt, Zambia

Arsitek
Office Mikiko
Tokyo

Manajer Proyek
Japanese Organization for International Cooperation in Family Planning (JOICFP)

Manajer Lokal
Planned Parenthood Association of Zambia (PPAZ),
Fiwale Rural Health Center

Sponsor
International Planned Parenthood Federation (IPPF),
UNIQLO CO., LTD.,
Cath Kidston, Mode untuk Charity 2010,
MITSUBISHI Plastik,
Pendukung JOICFP, dll

Kontraktor
George Mwanza dan anggota Fiwale Safe Motherhood Action Group (SMAGs)

Luas Bangunan
180 m2

Luas Lantai
150 m2

 

Sumber :

www.joicfp.or.jp

www.world-architects.com