Reading Time: 3 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
Gunter-Grass-Haus

Rooang.com | Para pecinta literasi di seluruh penjuru dunia sedang berkabung. Penulis Jerman, Günter Grass, yang juga peraih Nobel Sastra meninggal pada usia 87 tahun. Ia meninggal pada 13 April 2015 di sebuah klinik di sebuah kota kecil di Jerman bagian utara, Lubeck.

image credit

Di kota ini pula, tepatnya di Lübeck’s Glockengießerstraße 21, dibuka Museum Günter Grass. Museum yang dibuka untuk umum pada 2002 ini menampilkan karya-karya sang penulis – yang juga seorang seniman gambar, pematung, dan ilustrator untuk buku-bukunya sendiri. Koleksi di museum ini lebih dari 1100 gambar, lukisan, litograf, cat air, dan naskah. Sebab, museum ini memang memfokuskan pada eksplorasi dan presentasi karya sastra dan seni visual  Günter Grass.

image credit

image credit

image credit

image credit

Di dalam museum ini juga terdapat sebuah perpustakaan mini dan galeri seni. Kuliah umum, simposium, juga kegiatan membaca bersama diadakan secara rutin di sini. Selain itu, museum yang didesain modern dengan panel-panel sentuh ini juga memamerkan karya sosok kreatif lainnya, seperti Goethe, Hermann Hesse,  Wilhelm Busch, dan John Lennon.

Bagian yang menarik dari museum ini adalah sebuah halaman kecil dan taman patung yang dibuka pada 2007. Halaman ini terletak di antara jalan depan dan museum ini sendiri. Pengunjung betah berlama-lama di sini.

image credit

image credit

image credit

Grass lahir di Danzig (sekarang Gda?sk), Polandia. Grass meraih Nobel Sastra pada 1999 lewat karya fenomenalnya, The Tin Drum. Karyanya ini kemudian dilayarlebarkan dan meraih piala Oscar juga Palme d’Or di festival film Cannes.

Nah, di museum ini pula, Anda bisa menemukan salinan pertama dari ketikan naskah The Tin Drum yang ditulis pada 1959.

 

Sumber:

www.live-like-a-german.com

www.lonelyplanet.com

www.luebeck-tourism.de