Reading Time: 3 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
THE-PINCH-by-John-Lin_dezeen_ss_4

Rooang.com | September 2012, telah terjadi gempa di Yunnan. Gempa itu menghilangkan nyawa 80 jiwa dan melukai lebih dari 700 jiwa. Lebih dari 6600 rumah hancur dan 430.000 rumah rusak. Setelah kejadian itu, penduduk tinggal di tenda-tenda selama hampir setahun.

Bangkit dari sakit. Itulah yang dilakukan oleh Kota Yunnan. Bangunan yang satu ini menjadi jawaban kebangkitannya setelah gempa. Di The Pinch, sebuah perpustakaan yang juga berperan sebagai pusat komunitas di desa Shuanghe ini, anak-anak dapat memanjat dan bermain di atas atap bergelombang. Bangunan seluas 80 meter persegi ini memiliki bentuk yang bengkok sehingga pengunjung dapat berjalan di atas atap dan melihat lapangan basket yang baru.

 

Pinch 5

image credit

Pinch 4

image credit

Pinch 2

image credit

 

Pinch 1

image credit

 

(Baca juga: Keren! Ada Perpustakaan Outdoor di Jerman)

 

The University of Hong Kong memberikan sponsor kepada rancangan perpustakaan dan pusat komunitas untuk plaza yang kosong sebagai tempat belajar, tempat berkumpul, serta mengenang jiwa yang telah pergi karena gempa. Perpustakaan dan plaza sekitarnya kini menjadi tempat bertemu bagi penduduk lokal, dan anak-anak pun dapat bermain serta membaca di sana.

Pinch 11

image credit

 

Olivier Ottevaere dan John Lin, pengajar di jurusan Arsitektur The University of Hongkong, dengan para tim, merancang The Pinch. Bekerjasama dengan perusahaan kayu lokal, mereka membuat struktur sederhana yang merespon bentuk lembah di lokasi tersebut. Bangunan perpustakaan itu sendiri dibangun dengan rangka-rangka atap yang menurun untuk menciptakan rak buku yang melayang.

Pinch 14

image credit

 

Rangka-rangkanya dibungkus lapisan aluminium anti bocor dan dek kayu. Pada bagian interiornya, rangka diperluas ke bawah untuk mendukung rak buku yang melayang.

“Desa-desa di Cina sering mengutamakan rumah daripada ruang komunitas, walaupun itu merupakan aspek penting dalam kehidupan desa. Walaupun pemerintah menyediakan plaza terbuka untuk pembangunan, kita ingin membantu mengenalkan program yang mana akan mengaktifkan lahan tersebut. Dengan menambahkan perpustakan, kita telah membuat fasilitas publik dan komunal yang penting di desa.” – John Lin

Buku-buku dipajang di rak yang terbuat dari rangka kayu yang saling terkait, ditahan oleh langit-langit dan melayang di atas lantai.

Pinch 10

image credit

Pinch 9

image credit

Pinch 8

image credit

 

Bangku sekolah yang sederhana menawarkan tempat duduk yang fleksibel, ditambah pintu dan jendela plastik polikarbonat yang menjadikan pandangan pengunjung tak terbatas ke luar bangunan ini.

Pinch 7

image credit

Pinch 6

image credit

(Baca juga: Suasana Homey Perpustakaan Kineruku Bandung)

 

Bangkit dari sakit memang tak mudah, tetapi Yunnan mampu membuktikannya. Perpustakaan The Pinch ini mampu menjadi jawabannya. Anda jadi ingin berkunjung ke sana dan bermain di atas atapnya, ya?

 

Pinch 13

image credit

Pinch 12

image credit

 

(Baca juga: Tengok Ada Apa Saja di Atap Gedung Cina)

Sumber:

www.dezeen.com
www.dwell.com