Reading Time: 7 minutes
1 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 5
Loading...
IMG_2076

Rooang.com | Setiap bangunan selalu memiliki cerita. Inilah aura yang terasa saat melintasi Hotel Majapahit Surabaya dan berkesempatan memasukinya. Redaksi Rooang berkesempatan untuk menelusuri bangunan bersejarah ini. Tentunya kami tak lupa mencari spot foto unik di gedung kuno nan unik ini.

HotelMajapahit

 image credit

IMG_2324

 

Adalah Sarkies bersaudara, pebisnis asal Iran yang mengembangkan bisnis hotelnya di Asia Tenggara. Mereka membuka Eastern & Oriental Hotel pada tahun 1980 di Penang, Malaysia. Disusul dengan Raffles Hotel pada 1887 di Singapura dan The Strand di Birma pada 1901.

300px-SarkiesBrothers

 image credit

Lucas Martin Sarkies, anak dari Martin Sarkies, meneruskan tradisi keluarga dengan membuka hotel yang diberi nama “Oranje Hotel” pada tahun 1911 di Surabaya. Hotel Oranje ini lah yang nantinya menjadi Hotel Majapahit yang dikenal hingga saat ini.

Inilah 8 spot foto unik di hotel nan klasik ini:

1. Taman

Suasana taman yang menyegarkan, penataan lansekap yang rapi, dapat Anda manfaatkan untuk mengabadikan momen.

IMG_2348

IMG_2349

Keasrian taman didukung dengan peletakan air mancur dan meja kursi putih yang elegan.

IMG_2198

IMG_2193

2. Selasar

Hotel ini memang membuat Anda tidak berlama-lama berada di dalam kamar. Anda bisa berjalan menelusuri selasar yang cukup sempit ini. Mengitari seluruh hotel, sambil menyentuh kokohnya pilar-pilar lengkung hotel tua ini.
IMG_2355

(Baca juga: Selasar Cahaya di Hotel Majapahit)

IMG_2082

IMG_2187

IMG_2209

 

3. Lobby

Agar auranya lebih terasa, ada baiknya Anda mengenal hotel ini dari ceritanya di masa lampau. Pada tahun 1900, Lucas Martin Sarkies membeli lahan seluas 1000 meter persegi di Jalan Tunjungan. Mengikuti jejak ayahnya yang mengembangkan hotel mewah, ia menyuruh Alfred Bidwell, desainer terkenal, untuk membangun sebuah hotel kolonial Belanda bergaya Art Nouveau.

 

IMG_2433

 

Di tahun 1910, batu pertama Hotel Oranje diletakkan oleh anak dari Lucas Martin Sarkies, yang bernama Eugene. Hotel ini dibuka pada tahun 1911. Lalu pada tahun 1923-1926, kedua sayap kiri dan kanan hotel ini selesai dibangun.

oranje hotel

image credit

Sebuah penambahan lobby dengan gaya Art Deco diresmikan oleh Leopold III dan Princess Astrid dari Belgia dengan Charlie Chaplin, ditemani pula oleh Paulette Goddard dan Joseph Conrad.

IMG_2448

 

4. Kamar

Hotel bersejarah dengan fasilitas bintang lima ini memiliki arsitektur yang anggun dan taman yang rapi. Dengan total 143 kamar untuk dipilih, termasuk 43 kamar Garden Terrace  seluas 44m2, 89 kamar Executive Suite seluas 57m2, 10 kamar Majapahit Suite seluas  97m2, serta 1 kamar Presidential Suite seluas 806m2.

 

IMG_2232

IMG_2233

IMG_2241

IMG_2247

IMG_2259

IMG_2267

IMG_2271

IMG_2278

IMG_2295

IMG_2297

IMG_2308

IMG_2312

IMG_2316

Anda juga akan dimanjakan dengan area gym dan aerobik, lapangan tenis, Jacuzzi, steam, sauna, kolam renang selebar 25 meter serta kolam anak-anak.

5. Café 1910

Selain fasilitas kamar yang sangat banyak dan di Café 1910, Anda bisa menikmati nuansa khas tahun 1900-an sambil meminum teh. Beberapa furnitur asli dari zamannya, masih dipertahankan di kafe ini, yaitu yang memiliki lambang HO (Hotel Oranje).

IMG_2174

IMG_2228

IMG_2178

IMG_2181

IMG_2075

IMG_2076

IMG_2090

IMG_2092

IMG_2079

 

6. Restoran Lainnya

Selain itu, restoran-restoran di Hotel Majapahit memberikan para pengunjung pilihan yang beragam untuk makanan bercitarasa Asia dan Barat. Sebut saja Indigo restaurant, Lobby lounge, Majapahit Executive Lounge, Sarkies Seafood Restaurant, The MAJ Heritage Pub and Dine, serta toko roti dan kue yang bernama Toko Deli.

IMG_2369

IMG_2378

IMG_2400

IMG_2407

IMG_2419

IMG_2430

 

7. Hall

Selama berabad-abad, Hotel Majapahit ini telah menjadi bagian dari cerita di Surabaya, tempat bertemunya para pelancong, diplomat, selebriti, dan orang penting dari berbagai kebudayaan, dengan berbagai pilihan tempat makan dan pertemuan.

IMG_2112

IMG_2116

IMG_2118

IMG_2148

IMG_2109

IMG_2152

IMG_2160

IMG_2162

IMG_2163

 

8. Rooftop Teras Bendera

Pada tahun 1042, hotel ini berganti nama menjadi Yamato. Kemudian di tahun kemerdekaan Indonesia, 1945, hotel ini diubah lagi namanya menjadi Hotel Merdeka. Pada akhir Perang Dunia II, 19 September 1945, Roeslan Abdoel Gani dan tim menyerbu kamar nomor 33, di mana pendudukan Belanda telah menetapkan markas sementara mereka dan menuntut penjelasan tentang pengibaran bendera Belanda di tiang atap hotel ini. Setelah kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, arek-arek Suroboyo tidak ingin melihat negara mereka yang baru merdeka untuk kembali ke penjajahan. Mereka bergegas ke atap hotel dan merobohkan bendera Belanda yang bagian berwarna biru untuk mempertahankan merah dan bagian putihnya. Mengidentifikasi warna merah putih dari bendera Indonesia, hotel itu kembali dinamakan Hotel Merdeka atau Hotel Independence.

Setahun kemudian, Sarkies bersaudara mengambil kembali manajemen hotel ini dan mengubahnya menjadi L.M.S Hotel untuk mengenang Lucas Martien Sarkies, sang pendiri.

Pada tahun 1969, Mantrust Holdings Co. menjadi pemilik baru dan menamai hotel ini setelah kerajaan kuno di Indonesia, Kerajaan Majapahit. Jauh setelah itu, tahun 1993, Mandarin Oriental Group bergabung dengan Sekar Group membeli hotel ini dan merenovasinya selama 3 tahun. Akhirnya, hotel ini dibuka ulang di bawah bendera Mandarin Oriental dan menerima penghargaan preservasi arsitektur serta menjadi National Heritage Landmark di Indonesia.

IMG_2341

Pada tahun 1998, Roeslan Abdul Gani kembali ke hotel ini untuk memasang teras bendera untuk memperingati insiden bendera 19 September 1945.

hotel-majapahit-surabaya

image credit

Di tahun 2006, CCM Group, sebuah perusahaan Indonesia mengambil alih hotel ini dan memberi nama hotel ini Majapahit. Selama 4 tahun sejak 2009, hotel ini direnovasi untuk memenuhi kebutuhan para pelancong modern dan menerima beberapa penghargaan: National Geographic Traveler award in architecture and design pada 2009, top 50 World Best Hotels oleh Maxx-M magazine pada 2010, Golden Circle award oleh Agoda pada 2011, Certificate of Excellence oleh Trip Advisor selama 2012 dan 2013. The Favourite Hotel in Indonesia award pada 2012 oleh the Tourism Awards of Indonesia.

Hotel yang berlokasi di jantung kota, tepatnya di Jl Tunjungan 65 Surabaya ini merupakan landmark yang klasik. Letaknya sangat strategis, di pusat distrik bisnis dan perbelanjaan Surabaya dan dekat dengan kantor-kantor pemerintah. Hotel ini juga merupakan sumber kebanggaan bangsa. Sejarahnya yang sangat berkesan, dibungkus dengan romansa dan keanggunan.

Tunggu apa lagi, Hotel Majapahit beserta spot foto yang unik menunggu untuk Anda kunjungi! Jangan lupa bagikan foto-foto Anda di Rooangku.