Reading Time: 3 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
DSC00161

Rooang.com | Isu go green benar-benar sedang booming. Ini menandakan orang-orang, khususnya yang tinggal di perkotaan, makin peduli dengan lingkungan. Penerapannya pun beraneka ragam dalam keseharian. Salah satunya adalah menghijaukan lingkungan rumah.

Namun, lahan yang sempit mendorong masyarakat urban harus cerdas bersiasat. Tidak semua area dalam rumah atau hunian lainnya, semisal apartemen, bisa dihijaukan dengan leluasa.

Apalagi dengan tingkat kesibukan masyarakat urban. Maka, kepraktisan kerap menjadi pertimbangan utama. Ini demi menghemat waktu, tenaga, juga biaya.

Steven Lee Njatawidjaja dari Artgrass menguraikan hal itu dalam sesi clinic Homedec 2015 di Grand City Surabaya pada Sabtu (2/5). Ia mengangkat topik ‘Bagaimana Cara Menghijaukan Lingkunan Kita Melalui Greenify?’

Greenify adalah istilah lain untuk go green, bagaimana membuat sesuatu menjadi hijau sekaligus menjaga lingkungan. Greenify ini penting karena warna hijau mampu meningkatkan mood, percaya diri, motivasi, juga produktivitas seseorang. Aktivitas ini juga memastikan bahwa bumi kita dapat dinikmati lebih lama.

Kita bisa memulai greenify kapan pun dan di mana pun. Namun, yang paling afdal tentu saja memulai dari rumah kita sendiri. Lalu, beranjak ke lingkungan luar rumah, semisal: kantor. Aktivitas lainnya adalah dengan mengurangi polusi semaksimal mungkin dan menanam pohon.

HOMEDEC 2015 Surabaya

Nah, untuk rumah sendiri, apalagi yang tinggal di perkotaan, salah satu cara ampuh greenify adalah menghadirkan nuansa hijau. Hijau memang simbol alam. Warna hijau bisa memunculkan efek menenangkan, menyegarkan, menyenangkan, menyembuhkan, membantu menghilangkan stres, serta mampu meningkatkan kemampuan membaca. Itulah mengapa warna hijau ini kerap dipakai untuk dekorasi karena bisa meninggikan kemampuan konsentrasi seseorang.

Meski memang, tidak semua orang memiliki area di huniannya untuk dihijaukan dengan rumput atau pepohonan asli. Lantas, apa yang bisa dilakukan?

Steven menyarankan untuk menggunakan rumput sintetis. Ia membeberkan alasan-alasan yang memperkuat argumennya tersebut.

image credit

Pertama, perawatan rumput asli memakan biaya, waktu, dan tenaga yang harus konsisten. Anda harus meluangkan waktu untuk menyiram rumput, entah pada pagi atau sore hari. Jika Anda seorang pekerja kantoran yang harus pagi-pagi sekali berangkat dan pulang pada malam, tentu ini opsi yang tidak bisa Anda pilih. Tenaga sudah teralihkan pada pekerjaan.

Kedua, pemakaian air juga cenderung boros. Steven menyampaikan sebuah fakta bahwa Surabaya pada tahun 2014 terhitung boros dalam pemakaian air, yakni mencapai 180 liter per hari per orang.

Ketiga, perubahan musim saat ini tidak bisa diduga. Kita di Indonesia pasti merasakan musim yang tak menentu saat ini. Bulan-bulan yang seharusnya musim penghujan, justru menjadi musim kemarau. Begitu pula sebaliknya.

Maka, rumput sintetis bisa menjadi salah satu alternatif. Namun, masyarakat masih memiliki miskonsepsi terhadap rumput sintetis. Masyarakat, misalnya, masih menganggap: harga rumput sintetis terlalu mahal; rumput sintetis identik dengan rumput futsal; perawatannya tidak mudah; ketahanan warna cepat mudah; rumput sintetis mudah terbakar; lumut mudah tumbuh di bawah rumput sintetis; dasar plester bukan resapan air yang efektif, seperti tanah; dan penggantian rumput asli dengan rumput sintetis berpengaruh besar terhadap dihasilkannya oksigen.

Padahal, tidak demikian adanya. Demikian diungkap oleh Peter. Lewat brand Artgrass yang ia kelola, justru rumput sintetis memiliki berbagai kelebihan. Memang di awal pemasangannya mahal, namun jika dikaitkan dengan keberlanjutannya, akan lebih murah dibandingkan dengan perawatan rumput asli.

HOMEDEC 2015 Surabaya

Selain itu, rumput sintetis juga tidak hanya bisa dipasang di lantai di dalam ruangan. Namun, juga bisa dipasang vertikal di dinding bahkan outdoor.

Bagaimana, Sobat Rooang? Anda terpikir untuk menghijaukan ruangan dengan rumput sintetis?