Reading Time: 4 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
10259000_1118459121515960_9145747018485090312_n

Rooang.com | Ibukota Indonesia, Jakarta, terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan New Cities Summit tahun 2015. Pertemuan yang membahas masalah dan mencari solusi perkotaan ini digelar pada 9-11 Juni di Ciputra Artpreuneur, Ciputra World 1 Jakarta, Jl Prof Dr Satrio, Jakarta Selatan.

header-logo-right
New Cities Summit digagas New Cities Foundation bertema Seizing the Urban Moment: Cities at the Heart of Growth and Development” atau “Meraih Momen Perkotaan: Kota-kota yang ada di Jantung Pertumbuhan dan Pembangunan”. Perhelatan di Jakarta ini merupakan yang keempat, sebelumnya diselenggarakan di Dallas pada 2014, Sao Paulo pada 2013, dan Paris pada 2012.

 

Mengapa Jakarta?

The Foundation menjelaskan bahwa kota-kota di Asia tumbuh lebih cepat daripada kota-kota lain di dunia. Saat ini, Asia memiliki 53% populasi dunia dan 12 megacities, dengan lebih dari 10 juta penduduk. “Pada 2022, lebih dari separuh populasi Asia akan tinggal di perkotaan.”

Bringing the Summit to Jakarta means engaging with Asia, a continent that will, in the short to medium term, experience the profound impact of urbanization in terms of economic and social development.” – the Foundation.

“Over the past decades, Jakarta has developed into one of Asia’s most prominent metropolitan centers. The country’s economic, cultural and political capital makes it the 12th largest city in the world.” – the Foundation.

Dengan sekitar 10 juta penduduk dan hampir 14.000 orang per kilometer persegi, Jakarta adalah kota dengan populasi terpadat di Asia. “Berdasarkan sensus tahun 2010, populasi perkotaan di Indonesia mencapai hampir 120 juta.”

Menghadapi tantangan ledakan pertumbuhan penduduk, Jakarta mengembangkan kebijakan perencanaan kota yang visioner untuk membuat lingkungan yang inklusif, dinamis, dan manusiawi untuk jutaan penduduknya.

new cities summit

Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), populasi penduduk perkotaan di dunia melonjak pesat sejak 1950, dari sebelumnya 746 juta jiwa menjadi 3,9 miliar jiwa pada 2014. Terkait hal tersebut, New Cities Summit 2015 mengumpulkan lebih dari 800 pengambil keputusan dunia, wali kota, CEO, pengusaha, pemikir, seniman, dan inovator untuk mendiskusikan dan mempromosikan perubahan perkotaan yang positif.

11412100_1118458871515985_6163776643526751976_n
Gareth Mitchel dari BBC Click memimpin diskusi Delivering the Promise of Technology” dengan Charbel Aoun dari Schneider Electric; In Dong Cho dari Seoul Innovation Bureau; Stephanie Huf dari Ericsson; Florent Peyre dari Placemeter; dan Setiaji dari Jakarta Smart City Project.
11430172_1118458801515992_2882957096863694611_n
Sara Schonhardt dari the Wall Street Journal dengan Ashwin Mahesh dari Mapunity
11148396_1118458971515975_6831148353945433970_n
Ahok, Gubernur Jakarta dengan Walikota Colombo, Srilanka
11425160_1118458761515996_1535818119621486468_n
Joe Cochrane dari New York Times memimpin sesi Jakarta: City of Opportunity
11200631_1118458791515993_5865822962698530707_n
Peserta membangun jejaring
11407088_1118459054849300_8761183915064758894_n
Peserta hari pertama
11160592_1118458888182650_2165744553912533793_n
Jason Pomery dari Pomeroy Studio memoderatori diskusi pembuka Seizing the Urban Moment, dengan (kiri-kanan) Reuben Abraham dari IDFC Institute; Perwakilan Wakil Gubernur Jakarta; Michel Crochon dari Schneider Electric dan Peggy Liu dari JUCCCE
11392797_1118458981515974_161985984421518755_n
Greg Lindsay dalam The Urban Moment
11401160_1118459078182631_8806394516632234438_n
Tarian dan musik tradisional saat upacara pembukaan New Cities Summit 2015
1466231_1118459014849304_6679672504757822871_n
Upacara pembukaan.
11392881_1118459118182627_3309675234674061924_n
Peserta upacara pembukaan.
11141349_1118459051515967_657899167287393041_n
Pidato pembukaan oleh John Rossant, ketua New Cities Foundation

Salah satu topik panel diskusi dalam New Cities Summit adalah “Animating Our Public Space” yang diselenggarakan bersama Global Cultural District Network“. Menurut New Cities Foundation, ruang publik dapat menjadi panggung bagi pertunjukan umum, festival jalanan, tata cahaya yang baik, dan karya seni publik dalam skala besar.

Sayangnya, sebagian besar ruang publik yang kita lihat di kota-kota besar dibangun dari sisa lahan yang ada di perkotaan. Nah, panel ini akan mendiskusikan beberapa pertanyaan: Apa strategi yang paling efektif untuk menciptakan ruang publik bagi masyarakat? Apakah contoh ruang publik yang terbaik adalah buatan atau organik? Seperti apa bentuk ruang publik di masa depan? Apa saja pelajaran dari animasi dan humanisasi ruang publik yang sukses? Bagaimana kita mendesain ruang publik kita dengan peka?

Penyelenggaraan New Cities Summit 2015 akan mengumpulkan inovasi perkotaan terbaik di dunia lewat seri “WhatWorks short-talk Series” dan Jakarta Urban Challenge. Berikut ini adalah daftar acara dan pembicara  di New Cities Summit 2015. Berminat datang, sobat Rooang? Silakan !

 

(baca juga: Menelusuri Masa Lalu Kota Jakarta Lewat Stasiun Tanjung Priok)

 

Sumber:
facebook.com/NewCitiesFoundation
lipsus.kompas.com/kotacerdas
newcitiessummit2015.org