Reading Time: 2 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
batako-styrofoam

Rooang.com | Anda pasti tahu, bukan, bahwa styrofoam adalah salah satu material yang tidak mudah diuraikan oleh tanah. Karenanya, sampah styrofoam bisa mencemari lingkungan. Bahayanya lagi, styrofoam makin banyak digunakan dan tidak laku dijual lagi karena sulit didaur ulang. Salah satu ide brilian kemudian dicetuskan oleh warga Sleman Yogyakarta, bernama Iswanto.

Lelaki ini sejak tahun 2006 sudah melakukan eksperimen untuk menggunakan styrofoam sebagai bahan baku batako. Awalnya, dia menggunakan berbagai material lainnya. Saat itu pun komposisinya belum benar seperti saat ini, sehingga kualitas batako batako buatannya masih terbilang rendah. Baru kemudian ia menemukan komposisi yang tepat untuk menghasilkan batako berkualitas unggulan. Lalu berdirilah Paguyuban Sukunan Bersemi yang fokus pada usaha pembuatan batako dari bahan baku styrofoam bekas.

Untuk membuat batako dari bahan styrofoam, pertama styrofoam bekas digiling sampai halus. Styrofoam lalu direndam dalam air. Baru kemudian dicampur dengan bahan lain yaitu semen dan pasir. Perbandingan komposisinya adalah 1 bagian semen, 3 bagian pasir, dan 3 bagian styrofoam. Setelah tercampur, cetak dan padatkan komposisi tersebut.

image credit

image credit

Dari ide ini, mulai banyak orang yang menekuni bisnis pembuatan batako styrofoam. Salah satunya adalah Marzuki, anggota Paguyuban Sukunan Bersemi. Universitas Gadjah Mada pun telah melakukan penelitian untuk menguji ketahanan dan kualitas batako tersebut. Warga lain dari Jepara juga telah merintis kesuksesan dengan memproduksi batako dari styrofoam.

Harganya material unik ini bervariasi, mulai dua ribu sampai lima ribu. Diperkirakan nantinya batako styrofoam akan semakin diminati, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dari limbah. Di samping itu, batako tersebut juga dikenal lebih ringan, sehingga tidak membebani pondasi rumah.

Bagaimana? Apakah Anda berminat menggunakan batako unik tersebut? Ataukah Anda lebih ingin memproduksinya sebagai peluang bisnis baru? Semoga bermanfaat!

Sumber:
 world-spy.blogspot.com
 www.indosiar.com
 bisnisukm.com