Reading Time: 2 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
IMG_1662

Rooang.com | Skill is cheap, passion is priceless. Demikian lontaran arsitek  Budi Pradono pada sesi pertama Bravacasa Academy di acara CASA by Bravacasa, Sabtu (11/07). Untuk terampil, seorang arsitek harus giat mempertinggi jam terbang. Tapi, itu tidaklah cukup. Kemampuan bertahan dibutuhkan dalam segala medan tantangan. Dan, renjana (passion) adalah bahan bakar utamanya.

Lantas, bagaimana cara menggali passion agar terus berkarya dan tak henti berinovasi?

Escape, brainstorm, menjawab tantangan dengan ikut kompetisi. Isi kekosongan atau jeda antara proyek-proyek dengan ikut kompetisi. Satu lagi adalah membaca, baik sejarah maupun isu terkini, dan peluang masa depan.”

Escape for traveling. Budi Pradono melakukan itu. Ia kerap ke luar negeri, seperti Eropa, Asia, dan Australia. Tidak semata jalan-jalan, tapi sekaligus residensi, menggarap proyek-proyek arsitekturnya, serta berdiskusi dengan para seniman. Di kala senggang di kantor, ia mengajak pula timnya untuk bertukar argumen. Dari sanalah bibit-bibit karya brilian lahir.

Budi Pradono Bravacasa Academy CASA by Bravacasa

Kerap berpindah-pindah tempat, Budi pun kerap terserang kelelahan. Budi menyebutnya fatigue. Maka, peran kamar mandi semakin besar untuk menenangkan diri. Ini pula yang ia jelmakan dalam karya arsitekturnya. Membuat kamar mandi yang besar dan luas, serta memperlakukannya laiknya ruang tamu.

Bathroom as living room. Itu sudah jadi tagline,” tandasnya pada puluhan audiens yang merupakan para profesional rumah.

Maka, tak heran jika di era globalisasi ini, telah ada pergeseran fungsi ruangan. Ada area publik yang kemudian menjadi area privat. Ada area privat yang menjadi area publik. Kamar mandi yang dulunya adalah area privat,  kini justru pelan-pelan bertransformasi menjadi area publik. Yakni, dengan tata kamar mandi berupa dinding kaca sekelilingnya dan bath tub besar.

Jadi, arsitek memang harus mampu menangkap isu kekinian, khususnya perubahan gaya hidup masyarakat di dunia. Dari gaya hidup itulah kemudian dijelmakan dalam karya desain.

R-house karya Budi Pradono. image credit

Apalagi jika berbicara kekinian, orang suka unggah foto-foto ‘cantik’ interior juga arsitektur hunian mereka ke khalayak lewat media sosial. Kepekaan terhadap hal-hal inilah yang terus diasah.

“Masa kini adalah masa eksibisionisme. Orang suka selfie,” tutur Budi Pradono yang disambut senyum oleh audiens.