Reading Time: 3 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
IKEA

Rooang.com | Pada Februari 2014, seorang anak yang baru berumur 2 tahun harus meninggal dunia di West Chester, Pennsylvania, Amerika Serikat, setelah lemari MALM dari IKEA menimpa dan menjepitnya di atas tempat tidur. Korban lainnya, anak berusia 23 bulan juga tewas karena sebuah kecelakaan dari lemari MALM lagi. Setelah kejadian tersebut, Badan Keselamatan Konsumen Amerika Serikat melarang warganya untuk menggunakan lemari dengan laci kecuali lemari tersebut dilengkapi dengan alat keselamatan yang bisa dipasangkan ke dinding.

Hal ini menjadi teguran keras bagi IKEA yang tentu menjadi sorotan masyarakat terkait insiden yang menimpa konsumennya. IKEA yang telah membuka cabangnya di Indonesia ini telah memberikan permohonan maaf dan pernyataan bersamaan dengan komisi keselamatan produk dari Amerika Serikat, U.S. Consumer Product Safety Commission.

IKEA dan U.S. Consumer Product Safety Commission mengatakan kedua anak tersebut meninggal dunia tahun lalu karena lemari MALM tidak dikencangkan ke dinding yang mengakibatkan lemari tersebut terbalik dan jatuh di atas kedua anak itu. IKEA sudah mengatakan bahwa sebenarnya konsumen tidak boleh menggunakan lemari anak-anak IKEA yang lebih memiliki tinggi lebih dari 58 cm dan lemari untuk orang dewasa bertinggi lebih dari 73 cm tanpa alat keselamatan berupa alat pengencang yang harus dipasangkan ke dinding tersebut.

IKEA mengatakan mereka menerima 14 laporan tentang lemari MALM yang jatuh dan terbalik, mengakibatkan empat anak kecelakaan. IKEA mengetahui 3 kasus kematian yang dilaporkan disebabkan lemari-lemari dari model lain yang terbalik.

Sumber gambar: ikea.com

Menurut U.S. Consumer Product Safety Commission, riset mengatakan bahwa setiap 2 minggu, satu orang anak meninggal di Amerika Serikat karena kecelakaan di dalam rumah yang disebabkan oleh furnitur dan barang-barang rumah tangga lainnya. Survei lainnyapun juga mengatakan bahwa 360 anak meninggal dalam 2 tahun di AS karena tertimpa furnitur yang dipanjat oleh anak dibawah umur.

Menanggapi beberapa laporan kecelakaan dari konsumen dan mengetahui survei diatas, IKEA bergegas untuk menanggulangi masalah tersebut. Desain tambahan dari produk mereka dibuat untuk melengkapi kekurangan yang selama ini masih sedikit kurang diperhatikan oleh pihak IKEA.

IKEA memberikan tambahan alat berupa sekrup yang dapat dipasangkan dan dikencangkan dari lemari ke tembok untuk mengunci produk lemari mereka agar tidak mudah jatuh. Tanpa mengurangi kepraktisan produk-produk IKEA dalam hal knockdown furniture-nya, alat tambahan ini sangat praktis untuk bisa dipasang dan dipindahkan. IKEA juga memberikan himbauan pada pengguna produknya untuk tidak meletakkan barang-barang yang berat seperti televisi, radio, atau vas bunga di atas lemari. Sebaiknya, barang-barang yang berat bisa ditaruh pada bagian paling bawah lemari agar tidak mudah jatuh.

Lemari MALM (Sumber gambar: ikea.com)

Hal-hal kecil penunjang keselamatan untuk anak-anak balita lainnya juga diperhatikan dari perusahaan besar asal Swedia ini seperti edges atau akhiran bidang furnitur yang ada di setiap produknya. IKEA memberikan pelindung untuk melapisi setiap edges yang tajam bagi anak-anak. Masih banyak alat-alat keselamatan lainnya yang diperkenalkan IKEA untuk terus mendukung child safety yang digadang-gadangkan oleh mereka.

Sebuah desain, khususnya desain produk atau furnitur, memang sudah sepantasnya melalui berbagai macam uji kelayakan sebelum dipublikasikan dan dijual bebas di pasaran. Indonesia dinilai masih jauh dari kelayakan jika berbicara masalah perlindungan konsumen, khususnya desain furnitur. Masih banyak produk-produk furnitur yang bebas dijual tanpa melalui pengawasan dari badan perlindungan konsumen terkait. Indonesia harus mampu tegas dalam menyikapi hal ini.

Kontributor: Ridho Gelar Lanjut, Desainer Interior, lulusan Desain Interior UNS Surakarta