Reading Time: 2 minutes
1 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 5
Loading...
cara-membersihkan-lantai-semen

Rooang.com | Lantai semen sempat menjadi idola bagi masyarakat kelas menengah ke bawah, sebelumnya akhirnya digantikan oleh lantai keramik dan porselen yang praktis dan memiliki banyak warna. Setelah beberapa tahun mati suri, rupanya kini lantai semen kembali menunjukkan pesonanya. Terbukti, banyak bangunan komersil yang menggunakan jenis lantai ini untuk menunjang nuansa tradisional, industrial, dan gaya vintage yang sekarang tengah menjadi tren unggulan.

Apakah Anda juga berminat menggunakan lantai semen di rumah tercinta? Sebelum memasangnya, sebaiknya Anda pelajari dulu bagaimana cara merawat dan membersihkan lantai semen ini. Karena jika tidak bisa merawat dengan baik, maka lantai semen akan mudah lusuh. Selain itu, sekalinya lantai semen pecah atau retak, maka harus dibongkar secara keseluruhan.

[baca juga: Eksistensi Lantai Semen dan Plus-Minusnya]

Cara Membersihkan Lantai Semen

Setiap kali lantai semen terkena noda, baik dalam jumlah sedikit ataupun banyak, harus langsung dibersihkan. Utamanya untuk noda yang mengandung cairan. Noda cair bisa membuat lantai lembab dan berlumut. Untuk noda cair ini, sebaiknya segera dilap dengan lap agak kering dahulu. Baru setelah noda hilang dan kering, bersihkan sisa-sisa nodanya dengan lap yang agak basah.

Begitu juga dengan kotoran akibat benda keras yang bisa menimbulkan gesekan dan goresan, harus segera disapu. Noda-noda keras lainnya yang berukuran kecil juga memiliki kemungkinan untuk mengakibatkan goresan saat terinjak. Untuk itu, perlu segera dibersihkan dengan lap atau vacuum cleaner.

Seperti lantai pada umumnya, lantai semen perlu disapu secara rutin. Lantai semen harus disapu dengan sapu kain setiap sore hari. Pemilihan waktu ini adalah karena saat sore hari, intensitas debu beterbangan sudah berkurang. Sementara untuk pengepelan paling tidak harus dilakukan seminggu sekali.

Pilih pembersih lantai semen yang tepat

Agar lantai semen tetap terjaga kilap, warna, dan keawetannya, gunakan pembersih dan alat yang tepat. Jika ada, gunakan pembersih khusus untuk lantai semen yang mengandung pH netral. Jangan gunakan cuka, pemutih, atau zat amoniak. Hindari penggunaan pembersih yang terlalu keras dan bisa merusak permukaan lantai. Hanya gunakan air yang bersih saat mengepel. Setelah membilas kain pel, ganti airnya dengan air bersih lalu gunakan untuk mengelap lantai semen. Alat yang bisa digunakan adalah sapu fiber, lap microfiber, dan kain lap biasa.

[baca juga: Agar Tidak Bosan, Coba Desain Lantai Ini]

Membersihkan lantai yang sering dilewati

Untuk area lorong atau tempat-tempat yang sering dilalui, ada baiknya Anda menggunakan scrubber otomatis yang menggunakan tenaga listrik. Alat ini akan mengepel dan mengelap lantai dengan lebih cepat dan hasil maksimal.

Perawatan rutin untuk lantai semen poles warna

Saat ini lantai semen bisa diberi warna dengan penggunaan pelitur khusus dan semen warna. Dengan semakin lama usia lantai semen warna tersebut, maka warnanya juga akan semakin pudar. Karena itu, Anda perlu melakukan pemolesan ulang dengan pelitur kering/bubuk. Untuk mengembalikan kilapnya, ada cara tradisional yang biasa digunakan, yaitu dengan menggosok-gosokkan ampas kelapa parut ke seluruh permukaan. Cara ini terbilang sangat praktis dan murah.

Tidak sulit, bukan? Yang penting harus telaten dan rajin, agar lantai semen Anda tetap terlihat cantik menawan.