Reading Time: 2 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
bahagia-di-rumah

Rooang.com | Siapa bilang bahwa bangunan yang kita dirikan hanyalah benda mati, tak bernyawa? Siapa bilang bahwa bangunan, entah itu rumah atau hunian lainnya, tidak akan memberi pengaruh pada Anda? Siapa bilang Anda terpisah dari apa yang Anda bangun?

Suatu ketika, Dr. Sally Augustin, psikologis lingkungan melontarkan pernyataan, “Think about who you are, how you like to live in a place and what you wish to accomplish in your home, and design accordingly.”

Pernyataannya meneguhkan bahwa rumah memberikan pengaruh pada penghuninya. Rumah bisa membentuk perangai orang-orang yang tinggal di dalamnya. Rumah yang didesain dengan tidak memerhatikan material, bentuk, sirkulasi udara, pencahayaan, sanitasi, dan elemen-elemen pendukung lainnya akan cenderung memberikan efek buruk pada penghuninya.

(Baca juga: Desain Lampu Gantung Modern untuk Rumah Minimalis)

Rumah dengan pencahayaan yang buruk, entah terlalu terang ataupun suram, bisa mengganggu tidur Anda. Tidur jadi kurang. Anda bisa saja bangun dalam kondisi kepala pening.

Kenyamanan tidur yang tidak maksimal ini akan cenderung membuat Anda depresi, pusing, dan sistem imun melemah.

Depresi ini kemudian akan menular pada kerapian dan kebersihan rumah Anda. Penghuni yang depresi akan cenderung memiliki rumah dengan kondisi yang berantakan. Mereka akan mudah lelah dan kurang semangat. Ini makin membuat energi malas membersihkan rumah. Jika dibiarkan, justru akan membuat Anda semakin mumet dan tenggelam dalam badai permasalahan.

(Baca juga: Tip Kamar Tidur Bohemian Bergaya Minimalis Modern)

Lalu, bagaimana caranya agar Anda bahagia di dalam rumah?

Pertama, pahami psikologi warna. Bahwa, masing-masing ruangan dalam rumah memiliki warna psikologisnya sendiri. Tiap-tiap warna memberikan efek bagi kejiwaan Anda. Menerapkan warna dengan tepat sesuai dengan fungsi ruangan akan membuat kualitas hidup Anda lebih maksimal.

Kedua, perhatikan feng shui. Secara harfiah, feng shui berarti “air angin”. Ilmu feng shui mengajarkan bahwa energi di dalam rumah harus seimbang agar kualitas kesehatan terjaga. Keberuntungan pun bisa menghampiri Anda.

Ketiga, ketahui hipotesis biofilia. Hipotesis yang dilandaskan dari sejarah evolusi ini menunjukkan bahwa secara alamiah manusia ingin selalu berada dekat dengan alam. Jika tidak menjumpai unsur alam di sekitarnya, terlebih di rumah, maka manusia akan cenderung stres.

(Baca juga: 5 Jenis Tanaman Pagar untuk Halaman Rumah)