Reading Time: 2 minutes
1 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 5
Loading...
grafiti-lumut

Rooang.com | Kalau dengar kata ‘lumut’, apa yang terlintas dalam benak Anda? Biasanya sih tanaman yang identik dengan lingkungan kotor, banyak kuman, tidak terawat, dan menjijikkan. Padahal, lumut adalah tanaman ‘pekerja keras’ yang bisa menaklukkan tempat yang tidak bisa ditumbuhi tanaman lain. Lumut pun bisa tampil cantik, tidak kalah dengan bunga mawar. Kita hanya butuh mengetahui teknik dan sedikit keterampilan, ditambah sense of art. Salah satunya adalah kita bisa membuat grafiti dari lumut.

Caranya sangat mudah, tapi membutuhkan kerajinan, ketelitian, serta jiwa seni yang tinggi.

1. Siapkan alat dan bahan

Alat yang dibutuhkan antara lain: blender, kuas, cutter, gunting tanaman ukuran kecil. Bahan yang dibutuhkan antara lain: lumut (ambil dari tembok yang berlumut), susu skim, air, dan gel/polymer penyimpan air (bisa dibeli di situs e-commerce atau toko perlengkapan berkebun). Lumut yang ditanam harus sama spesiesnya dengan lumut yang biasa tumbuh di tembok, bukan yang tumbuh di bebatuan sungai.

2. Siapkan media

Media yang cocok untuk ditanami lumut adalah kayu atau dinding bata ekspos asli, bukan bata tempel. Material ini bersifat ‘mentah’ dan tidak terlindung oleh zat kimia anti lumut, sehingga memungkinkan si lumut untuk tumbuh dengan baik. Untuk media kayu, grafiti lumut bisa dijadikan hiasan dinding yang digantung.

3. Cara membuat

  • Gambar pola/sketsa pada media dinding/kayu.
  • Masukkan 3 genggam lumut yang sudah dihancurkan kasar dengan tangan, ditambah 700 ml air hangat suam.
  • Tambahkan 2 sendok makan gel penyimpan air, lalu tambahkan 120 ml susu.
  • Blender semua bahan sampai membentuk gel yang kental. Kemudian pindahkan ke ember atau baskom.
  • Gunakan kuas untuk menyapukan gel lumut ke sketsa yang sudah dibuat tadi. Pastikan Anda memoleskan dengan rata dan rapi, agar hasilnya juga rapi.
  • Tunggu sampai lumutnya tumbuh. Kalau sudah tumbuh mulai lebat, pangkas bagian tepi dengan cutter agar tidak menyimpang dari sketsa. Pangkas ujung-ujungnya yang kurang rapi dengan gunting kecil.

Voila! grafiti lumut sudah jadi. Anda juga bisa membuat pola siluet binatang, gambar kota, atau gambar abstrak. Tertarik? Selamat mencoba. Berikut ini contoh-contoh hasil pembuatan grafiti dan mural lumut sebagai inspirasi Anda.

Catatan:

Lumut adalah tanaman yang akarnya menembus media tanam dan bisa merusak media tersebut, termasuk dinding rumah Anda. Dinding rumah yang berlumut bisa mudah lapuk dan rusak. Grafiti lumut ini biasanya hanya digunakan secara periodik untuk acara atau kebutuhan tertentu saja, bukan untuk diletakkan secara permanen.

cara membuat seni grafiti dari lumut