Reading Time: 1
1 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 5
Loading...
grave-vines

Rooang.com | Untuk mengurangi panas dan menjaga kondisi mobil, biasanya seseorang akan membangun kanopi carport. Untuk mengurangi panas dan silau dari sinar matahari yang masuk ke rumah, dibuatlah secondary skin. Untuk kanopi dan secondary skin ini materialnya bermacam-macam, bisa dari polikarbonat, kayu, atau instalasi lainnya.

Mengapa tidak mencoba menanam tanaman sayur dan buah yang merambat saja? Selain lebih hijau, sejuk, dan segar, tanaman ini juga bisa dipetik hasilnya. Rumah bisa lebih sehat, pasokan makanan pun terjaga. Menyenangkan, bukan?

Tapi tidak semua tanaman sayur dan buah bisa Anda tanam sebagi kanopi dan secondary skin. Tanaman labu kuning, labu panjang, semangka, dan melon tentu kurang cocok karena ukuran buahnya sangat besar.

Tanaman buah yang bisa dijadikan penutup carport dan secondary skin antara lain anggur, markisa, coccinia, dan buah naga. Tanaman markisa merupakan pohon berkayu. Karenanya, butuh usaha ekstra untuk memangkas cabang yang keluar jalur dan mengarahkannya agar merambat sesuai sulur dan bagian yang ingin ditutupi Sementara, tanaman buah naga merupakan buah yang relatif minim perawatan. Media tanam yang dibutuhkan hanya pasir, tanah, pupuk kandang, dan kompos, dengan perbandingan 2:1:3:1.

Memang tidak semua tanaman buah merambat bisa tumbuh dengan cepat dan lekas berbuah. Tapi jika sudah mulai tumbuh dengan lebat, Anda akan merasakan manfaat dan segarnya buah yang langsung dipetik sendiri dari halaman.

Jenis sayur seperti kacang-kacangan, pare, oyong, dan labu siam adalah jenis yang mudah sekali tumbuh dan berbuah. Cara perawatannya pun tidak sulit. Sangat cocok untuk menutupi carport, teras, atau balkon rumah.

Yang perlu diperhatikan adalah bahwa tanaman pasti mengundang serangga, termasuk ulat. Semprotkan insektisida agar hama ulat tidak merajai tanaman Anda. Resikonya, tentu kualitas gizi tanaman yang tidak organik lebih rendah daripada tanaman yang tidak disemprot pestisida dan insektisida.