Reading Time: 2 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
tips-dekorasi-kamar-anak-everlasting

Rooang.com | Mendekorasi kamar anak bisa jadi aktivitas yang sangat menyenangkan. Kita bisa menentukan tema-tema lucu dari tokoh atau kartun kesayangan si anak. Bisa bermain-main dengan aneka motif dan warna-warna cerah. Tetapi, mendekorasi kamar anak bisa jadi hal yang melelahkan bagi Anda yang tidak terlalu suka aktivitas ini. Anda pasti ingin melakukan sekali penataan dan dekorasi, untuk jangka waktu yang lebih lama. Akan sangat menyenangkan jika dekorasi kamar bisa dipertahankan sampai mereka remaja, jadi tidak perlu repot mengganti furnitur dengan segala pernak-perniknya.

Karena itu, sebaiknya mulai sekarang Anda memilih dekorasi yang everlasting, sehingga akan tetap menarik dan sesuai seiring perkembangan usia mereka.

1. Jangan terlalu mengacu pada tema anak-anak

Tema untuk kamar anak biasanya adalah tokoh kartun, misalnya Frozen atau Minion. Padahal, tema seperti ini hanya akan terlihat menarik sesaat saja. Ada masanya kartun itu sudah tidak digemari lagi. Jadi jangan sampai Anda menghias kamar anak dengan wallpaper, ceiling, dan furnitur yang terlalu bertema anak-anak, jika Anda tidak ingin menggantinya dan membeli yang baru dalam waktu dekat.

2. Dekorasi yang interaktif

Dekorasi yang interaktif akan membantu anak-anak belajar. Misalnya dengan memasang label gambar mainan di rak mainannya. Dengan begitu, mereka akan belajar untuk membereskan mainan dengan rapi. Atau dengan menulisi label jenis pakaian di rak pakaian mereka. Label seperti ini tetap bisa digunakan sampai mereka dewasa. Bedanya, rak mainan mungkin akan beralih fungsi menjadi rak buku. Untuk memberikan label, gunakan kertas stiker papan tulis saja, sehingga bisa dengan mudah ditulisi.

3. Ruang belajar terpisah

Jika ruang belajar terletak di setiap kamar, maka kedekatan antar-saudara bisa berkurang. Ruang belajar yang terpisah akan memungkinkan kakak-adik belajar bersama dan saling berinteraksi. Apalagi dengan perkembangan gawai yang semakin menyita perhatian anak-anak, aktivitas belajar bersama bisa menumbuhkan kembali kekeluargaan mereka. Kamar pun jadi lebih fokus sebagai tempat beristirahat tanpa terganggu pemandangan buku-buku dan tugas sekolah.

4. Warna secukupnya

Warna cerah berlebihan, apalagi jenis warna neon yang ‘menyala-nyala’, akan membuat mata sakit dan kepala pening. Meskipun anak-anak senang dengan aneka warna ceria, dominasi warna pastel dan matte tetap diperlukan.

5. Furnitur ukuran dewasa

Sebagian furnitur sebaiknya dipilih yang berukuran dewasa, misalnya almari baju dan ranjang. Saat masih kecil, baju cukup diletakkan di kabinet dan rak bagian bawah. Seiring berjalannya waktu, almari itu akan semakin penuh dengan sendirinya.

6. Karpet tile

Karpet tile adalah jenis karpet yang berbentuk mozaik dan bisa dibongkar pasang sesuka hati. Karpet ini bisa disesuaikan sesuai ukuran yang diinginkan. Bagusnya lagi, karpet ini bisa digunakan untuk mengajarkan berhitung pada anak, dan akan tetap bisa digunakan sampai mereka beranjak dewasa.

7. Dekorasi dinding

Karena Anda menghindari dekorasi yang terlalu tematis dan kekanakan, maka hiasan untuk dinding bisa dipilih yang agak netral dan cocok untuk semua umur, misalnya gambar peta.