Reading Time: 2 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
shower

Rooang.com | Indonesia mengalami kelangkaan air? Ah, yang benar saja? Kamu mungkin tidak percaya. Apalagi kalau kamu kerap melihat foto liburan orang-orang di berbagai pantai indah di Indonesia? Air berwarna biru dan toska seolah-olah memanggil kamu untuk berenang. Ah, tidak mungkin Indonesia langka air!

Tapi, baru-baru ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Pengembangan Air Minum, mengeluarkan rilis pers terkait permasalahan kelangkaan air di Indonesia.

Berikut rilisnya.

 

Jakarta, 16 November 2015

Permasalahan kelangkaan air yang sempat melanda sebagian besar daerah di Indonesia dirasakan di kawasan perkotaan maupun perdesaan. Ketersediaan air baku yang berkurang secara drastis akibat musim kemarau dan ketersediaan air yang ada saat ini kualitasnya semakin menurun sebagai dampak dari aktivitas manusia.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah melakukan pengembangan melalui sentuhan teknologi salah satunya dengan membangun Instalasi Pengolahan Air Laut dengan Teknologi Reverse Osmosis namun biaya pengolahan yang tinggi menjadi kendala.

Dalam hal konservasi Sumber Daya Air, Pemerintah tidak dapat bekerja sendirian, sehingga keterlibatan seluruh pemangku kepentingan (dunia usaha dan elemen masyarakat) merupakan keniscayaan.

Pelaksanaan Gerakan Hemat Air, Indonesia diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran setiap pemangku kepentingan akan pentingnya penghematan air sebagai salah satu upaya konservasi air. Sebagai upaya peningkatan kesadaran tersebut, hari ini dilaksanakan Gerakan HEMAT AIR INDONESIA.

Dr. Ir. Andreas Suhono, MSc, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan: “Pemerintah tidak diam menghadapi adanya krisis terhadap sumber air baku, melalui Instruksi Presiden Nomor 13 Tahun 2011 tentang penghematan energi dan air yang mengatur langkah-langkah dan inovasi penghematan energi dan air di lingkungan instansi masing-masing dan/atau di lingkungan Badan Usaha¬† Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sesuai kewenangan masing-masing, dengan berpedoman pada Kebijakan Penghematan Energi dan Air”.

Penghematan energi dan air sebagaimana dimaksud di atas salah satunya adalah penghematan air sebesar 10% (sepuluh persen) dihitung dari rata-rata penggunaan air di lingkungan masing-masing dalam kurun waktu 6 (enam) bulan sebelum dikeluarkannya Instruksi Presiden ini.

Andreas menambahkan bahwa untuk mengawasi pelaksanaan penghematan energi dan air serta tercapainya target penghematan air sebesar 10 % (sepuluh persen) tersebut maka diamanatkan kepada Kementerian/Lembaga/Dinas/Instansi gugus tugas di lingkungan masing-masing, untuk melaksanakan program dan kegiatan penghematan tersebut dan mensosialisasikannya kepada gedung-gedung instansi pemerintah yang menjadi kewenangannya.

Pelaksanaan Gerakan Hemat Air Indonesia hari ini dihadiri oleh Gugus Tugas Provinsi dan Kepala Biro Umum sebagai Penanggung Jawab Penghematan Energi dan Air di Kementerian Lembaga.

Pada rangkaian kegiatan ini akan dilaksanakan pemaparan oleh Kepala Biro Umum Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tentang Implementasi Bangunan Gedung Hijau di Kementerian pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Harapannya kegiatan yang dilakukan saat ini dapat menciptakan efek “keberlanjutan”.

Demikian rilis pers ini disampaikan dengan harapan agar dapat disebarluaskan dan Gerakan Hemat Air Indonesia ini tidak hanya ¬†menjadi acara “business as usual” tiap tahunnya, namun segera membumi dan menjadi sebuah kebutuhan yang merefleksikan meningkatnya kesadaran penghematan penggunaan air.