Reading Time: 2 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
METI

Rooang.com | Kamu cinta dunia pendidikan? Jika iya dan kamu berkesempatan traveling ke Bangladesh, cobalah berkunjung ke METI (Modern Education and Training Institute) School di Rudrapur, Dinajpur. Di sana kamu akan dibuat takjub oleh bangunan sekolahnya. Tapi, sebenarnya yang lebih wow lagi adalah filosofi, desain, maupun teknik pembuatannya.

Tidak seperti sekolah kebanyakan yang terbuat dari bahan beton, baja, dan bata. METI School justru dibuat dari bahan-bahan yang ramah lingkungan, antara lain: bambu, lumpur, dan jerami. Menggunakan teknik tradisional, para murid bahkan dilibatkan langsung dalam proses pembangunannya.

Sekolah yang diarsiteki oleh Anna Heringer dan Eike Roswag dari Jerman ini didirikan pada 2004. Landasan filosofinya adalah belajar dengan sukacita. Bagaimana guru membantu siswa untuk mengembangkan potensi mereka dan menggunakannya dengan cara yang kreatif sekaligus bertanggung jawab.

sumber: archilovers.com

sumber: blog.gessato.com

Hal itu diterapkan dengan melibatkan para siswa dalam pembuatannya. Mereka ikut menganyam jerami, menggumpalkan lumpur, juga memotong-motong bambu. Tidak sekadar mendekorasinya.

Bagaimanapun, dinding lumpur cocok dengan iklim Bangladesh, menyerap kelembaban secara alamiah, sekaligus menjaga suhu udara, baik pada musim panas maupun dingin.

Siswa yang dilibatkan tidak hanya akan memiliki sense of belonging. Lebih dari itu, mereka memahami bahwa bangunan tempat mereka belajar didirikan oleh tangan-tangan mereka. Sebuah pengalaman yang menakjubkan bagi para siswa. Kepercayaan diri mereka pun meningkat.

sumber: wikipedia.org

sumber: archilovers.com

sumber: blog.gessato.com

Mereka juga memiliki hubungan yang lebih dalam dengan alam sekitarnya. Anak-anak diajarkan pula untuk memahami arti pentingnya bangunan yang berkelanjutan. Sehingga ketika dewasa kelak, mereka bisa mengajak orang lain pula untuk menggunakan material tradisional yang bisa diperbarui.

Sebuah gagasan yang patut ditiru dan dikembangkan di Indonesia di tengah maraknya bangunan-bangunan sekolah yang justru menjauhkan anak didik dari alam sekitarnya. Bagaimana menurut kamu?

Sumber: www.meti-school.de