Reading Time: 3 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
Museum-Kata-Andrea-Hirata

Rooang.com | Andrea Hirata. Laskar Pelangi. Belitong. Tiga hal itu sudah satu paket. Paket asli Indonesia yang kini telah mendunia. Bagaimana tidak? Novel laris Laskar Pelangi telah diterjemahkan ke dalam 34 bahasa asing dan terbit di lebih dari 130 negara. Belum ada novel Indonesia yang menjangkau geografis seluas karya penulis berambut ikal tersebut.

Sebagai bentuk syukur juga wujud monumentasi, Andrea Hirata pun mendirikan museum sastra pertama di Indonesia. Ia menamainya ‘Museum Kata Andrea Hirata’. Museum yang didirikan pada awal 2010 ini berlokasi di Jl. Laskar Pelangi 10 Gantong, Belitong Timur.

Turun dari kendaraan dan menginjakkan kaki di depan gerbang museum ini, suasana Laskar Pelangi langsung tergambar. Gerbang dan dinding bagian depan yang dicat dengan warna-warna pastel tampak ramah menyambut pengunjung. Sementara itu, sepeda-sepeda yang tergantung langsung membawa imajinasi kamu pada sekumpulan bocah Laskar Pelangi yang asyik bersepeda ke sekolah.

Di halaman tengah, kamu akan menjumpai deretan pohon pisang dengan daun yang menjuntai hijau kuning. Pohon-pohon pisang ini sengaja ditanam biar panas sekitarnya teredam. Tampak terlalu tertata memang. Kurang alamiah.

Jejakkan kakimu ke dalam museum dan siap-siaplah terseret dalam arus kata-kata membius. Nikmati sajian interiornya yang tidak hanya memunculkan gelombang suasana yang nyastra, namun juga membuat kamu tiba-tiba hilang dalam pusaran aksara.

(Baca juga: Museum Gunter Grass, Mendiang Peraih Nobel Sastra)

Mulai dari dinding, jendela, lantai, langit-langit, hingga item perabotan, seperti bangku kayu juga tikar, semua bersinergi memberikan pengalaman visual dan emosional yang padu bagi tamu. Seperti bangku kayu di atas. Kamu bisa memilih bangku sesuai nama penulis atau sastrawan yang kamu favoritkan. So instagrammable!

Pintu-pintu kayu di bagian dalam dengan ukuran dan warna yang beragam juga menggambarkan dunia buku yang juga kompleks. Sekaligus mewakili keberagaman hidup manusia. Utuh.

Dan, keberadaan Museum Kata Andrea Hirata ini makin komplet dengan adanya Warkop “Kupi Kuli” di dalam. Membaca buku sembari menyesap kopi? Itu sungguh surga, boi!

Bagaimana, Sobat Rooang? Tidak tertarikkah kamu bertandang ke sana? Sekalian kamu leyeh-leyeh di pantai Belitong dengan batu-batu granit raksasanya atau meninjau danau kaolin bekas tambah timah.

Now pack your bag and go!

Sumber foto: museumkataandreahirata.com