Reading Time: 3 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
youtube

Rooang.com | Hunian vertikal jadi salah satu cara Singapura untuk mengatasi kurangnya lahan pemukiman. Dengan model hunian vertikal seperti apartemen, diharapkan penggunaan lahan bisa lebih efektif. Tidak berhenti sampai di situ, Singapura pun terus berusaha mempercantik diri dengan mengajak para firma arsitek internasional untuk membuat desain bangunan yang unik. Seperti yang dilakukan oleh firma arsitek OMA, yang membangun apartemen dengan susunan menerupai tumpukan balok raksasa. Apartemen di Singapura ini diberi nama proyek Interlace.

apartemen di singapura(Apartemen baru di Singapura, The Interlace, yang memiliki desain tidak umum seperti apartemen lainnya. Sumber foto: dezeen.com)

Data proyek apartemen di Singapura, The Interlace

The Interlace menggunakan lahan seluas hampir 81.000 meter persegi, atau sekitar 8 hektar, untuk bangunannya. Sedangkan total lahan yang digunakan adalah hampir 170.000 meter persegi. Dikerjakan oleh Ole Schereen sejak tahun 2013, kini bangunan yang telah rampung tersebut  bisa diakses dari Alexandra Road dan Ayer Rajah Expressway. Kalau Anda mau melihat-lihat, ikuti jalan ini ya.

Pengembang apartemen di singapura ini menyediakan 1.040 apartemen dengan ukuran yang berbeda-beda. Ada tambahan lansekap juga, sehingga Anda akan membeli apartemen yang sudah ada tamannya. Tempat ini memang merupakan rangkaian dari green belt yang membentang dari area Kent Ridge hingga Mount Faber Parks. Pemandangan hijau akan Anda nikmati di manapun berada.

apartemen di singapura(Bangunan apartemen berdiri di atas lahan seluas 8 hektar dengan luas lahan bruto 17 hektar. Sumber foto: youtube.com)
apartemen di singapura(Apartemen mewah The Interlace menyediakan 1.040 apartemen lengkap dengan fasilitas taman. Sumber foto: ijreka.com)

Desain The Interlace, apartemen di Singapura

Menurut Ole, desain The Interlace sendiri adalah desain yang mendobrak pakem tipologi bangunan apartemen di Singapura. Kalau biasanya apartemen dibangun dengan bentuk tower, Ole mengeksplorasi bentuk yang ekstrem, yang belum pernah dicoba, dengan pendekatan alam tropis yang saling terhubung. Setiap blok balok di The Interlace mewakili bentuk konektivitas besar, bukan hanya antarbalok, tetapi juga konektivitas bangunan dengan alam. Setiap blok yang saling terhubung ini memiliki roof-top garden dengan air terjun mini, untuk private maupun taman umum.

Desain apartemen di Singapura ini memanfaatkan dengan sebaik-baiknya lahan yang ada. The Interlace juga memaksimalkan kedekatan dengan alam dengan menyediakan taman di setiap apartemen, roof garden di setiap blok, dan balkon hijau. Jumlah sirkulasi kendaraan diminimalkan, untuk tetap menjaga luasan area hijau. Aspek sustainability pada proyek ini memperhitungkan dengan baik aspek panas matahari, angin, dan juga kondisi cuaca mikro. Jadi apapun cuacanya, Anda akan tetap merasa nyaman menghuni apartemen tersebut.

apartemen di singapura(Kompleks apartemen berbentuk susunan balok ini dilengkapi dengan roof-garden di setiap baloknya. Sumber foto: buro-os.com)
apartemen di singapura(Kompleks bangunan The Interlace merupakan bagian dari green belt dan menerapkan sistem sustainability yang baik. Sumber foto: wohhup.com)

Sudah adakah yang berniat tinggal di negara tetangga ini? Arsitektur hunian Singapura memang menarik. Tapi, Indonesia pun tidak kalah karena memiliki banyak sekali keindahan alam. Anda yang tinggal di sini dan ingin memiliki desain rumah menakjubkan, silahkan hubungi arsitek terbaik dari Rooang.com, dan wujudkan rumah impian Anda.