Reading Time: 3 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
rumah-hujan

Rooang| Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan masih akan berlangsung. Hal ini dikarenakandampak dari badai yang menyerang Autralia dan Indonesia yang mengalami kemarau pendek. Masalahnya apakah rumah sobat sudah siap menghadapi musim hujan? Jadi, sekarang belum terlambat bagi Anda untuk membenahi tempat tinggal. Ada beberapa aspek yang patut Anda periksa untuk menghadapi musim hujan.

Bersihkan talang atau saluran air di bagian atap secara berkala. Sumber: inhabitat.com
Bersihkan talang atau saluran air di bagian atap secara berkala. Sumber: inhabitat.com

Hindari bocor

Intensitas tinggi curah hujan otomatis membuat jumlah air yang menimpa atap akan lebih banyak. Jika tidak mengalir cepat, air akan menyebabkan genangan di atap rumah dan rentan memicu bocor atau bahkan rembesan di tembok.

Untuk menghindarinya, periksa sistem penyaluran air hujan (talang air) Anda secara berkala, karena saluran ini rawan tertutup sampah. Jangan lupa, berikan cat pelindung anti-air untuk menambah pencegahan bocor dan munculnya jamur di dinding.

Sobat bisa menambahkan pelapis anti bocor untuk atap rumah sobat. Sumber: inhabitat.com
Sobat bisa menambahkan pelapis anti bocor untuk atap rumah sobat. Sumber: inhabitat.com

Anda sebaiknya cermati juga plafon di langit-langit rumah. Air yang terus-menerus membasahi kayu akan membuatnya lebih rawan lapuk hingga roboh, selain ancaman dari rayap. Apabila Anda melihat plafon yang retak, lekaslah perbaiki bagian tersebut.

Cabut elektronik yang tidak terpakai, selain menghemat listrik juga menghindari korsleting listrik saat hujan. Sumber: inhabitat.com
Cabut elektronik yang tidak terpakai, selain menghemat listrik juga menghindari korsleting listrik saat hujan. Sumber: inhabitat.com

Cermati listrik

Tetesan air hujan pada alat-alat listrik, seperti kabel dan steker, dapat menimbulkan hubungan pendek arus listrik atau korsleting. Hal ini tidak jarang mengakibatkan sekring listrik turun, bahaya tersetrum, atau kebakaran rumah.

Periksa instalasi listrik Anda secara berkala, antara lain keadaan kabel dan pembungkusnya, lampu, pompa air serta instalasi listrik yang ada, terutama pada musim hujan seperti sekarang.

Pastikan sanitasi di sekitar rumah sobat bersih dan mengalir. Sumber: inhabitat.com
Pastikan sanitasi di sekitar rumah sobat bersih dan mengalir. Sumber: inhabitat.com

Perhatikan selokan

Sama seperti talang air, bagian ini juga sering menjelma sebagai “rumah” bagi sampah dan limbah lain. Karena itu, Anda perlu menggiatkan aktivitas bersih-bersih, terutama selama musim hujan.

Pastikan selokan di sekitar rumah Anda berfungsi dengan baik. Ini bisa dilihat dari mengalirnya air hujan tanpa terhambat.

Hati-hati, saluran air pampat dapat menyebabkan genangan dan banjir. Kondisi itu juga bisa memicu risiko sumber penyakit berkembang biak di dalamnya, seperti nyamuk penyebab demam berdarah serta kuman pemicu diare dan gatal-gatal.

Tiga langkah di atas merupakan hal kecil yang dapat Anda lakukan untuk mengantisipasi “bencana” pada musim hujan. Bagaimanapun, laiknya bunyi pepatah, lebih baik sedia payung sebelum hujan, bukan?

 

Musim penghujan tidak akan menjadi masalah jika rumah sobat sudah siap untuk menghadapinya. Pastikan sobat memeriksa beberapa hal di atas sebagai tindakan preventif dalam menghadapi musim hujan. Jika sobat ada pertanyaan soal desain rumah yang aman saat musim penghujan, diskusikan langsung dengan personal designer sobat.