Reading Time: 2 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
54c0a59387b57_-_02-hbx-glazed-black-tile-backsplash-barrett-0313-s2
Sumber: Pinterest

Dinding yang menjadi jeda antara meja dapur dan lemari gantung pada dapur, atau yang populer disebut backsplash, kini menjadi salah satu elemen penting di dapur. Kehadirannya tak hanya berfungsi sebagai pelindung dinding dari cipratan minyak atau bahan makanan saja, tetapi juga mampu menjadi elemen dekoratif yang mempercantik tampilan dapur.

Material pelapis dinding (backsplash) yang tersedia kini semakin variatif. Namun, Sobat harus lebih selektif dalam memilih material dinding, karena backsplash merupakan bidang yang rentan terkena cipratan noda dan air. Berikut ini adalah beberapa pilihan material yang populer digunakan.

Material keramik

Sumber: http://diy.sndimg.com
Sumber: http://diy.sndimg.com

Pilihan warna, bentuk, motif dan ukuran yang beragam menjadi alasan utama mengapa banyak orang memilih material ini. Selain itu, perawatannya pun mudah. Sobat cukup menggunakan lap basah untuk membersihkan noda yang menempel pada dinding.

Material kaca

Sumber: http://kitchen.ldfeeds.com
Sumber: http://kitchen.ldfeeds.com

Selain menciptakan efek luas pada ruangan, kaca juga tidak berpori sehingga mudah ketika membersihkan noda yang menempel. Jenis material kaca ini cukup beragam. Sobat bisa memilih cermin yang memberikan efek pantul untuk menciptakan kesan luas. Sedangkan untuk elemen dekoratif, Sobat bisa menggunakan kaca buram (sandblast) atau kaca warna (tinted glass) dengan beragam pilihan warna.

Material papan tulis

Sumber: http://hometren.com
Sumber: http://hometren.com

Gunakan papan tulis sebagai pelapis dinding backsplash di dapur. Selain berfungsi sebagai pelindung dinding, Sobat juga bisa menuliskan pesan atau resep masakan pada permukaannya. Perawatannya pun cukup mudah, gunakan lap basah untuk menghapus kapur atau noda yang menempel.

Material marmer dan granit

Sumber: carolgricecurran.com
Sumber: carolgricecurran.com

Kedua material ini seringkali digunakan untuk menciptakan kesan mewah dan elegan pada sebuah dapur. Marmer dan granit memiliki sifat keras dengan ketebalan hingga 2 cm. Sebelum dipasang, kedua material ini harus dipoles menggunakan mesin poles dan dilapis cairan coating agar tampilannya lebih mengilat.

Material stainless steel

Sumber: Pinterest
Sumber: Pinterest

Sifatnya yang anti karat memudahkan material stainless steel sering digunakan untuk bahan pelapis dinding di dapur. Noda dapat dengan mudah dibersihkan dengan menggunakan lap basah. Selain itu, tampilannya yang terkesan rustic juga membuat material ini dipilih pada dapur bertema industrial.