Reading Time: 2 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
HOME81
Sumber: images.food52.com

Masih ingat metode konmari? Metode membersihkan rumah yang berasal dari Jepang, yang pertama kali diperkenalkan oleh seorang wanita bernama Marie Kondo. Metode ini sangat terkenal, hingga orang-orang diseluruh dunia telah mempraktekkan cara Kondo dalam membersihkan rumah, melalui buku instruksinya tentang metode konmari.

[Baca juga: Metode Konmari Dalam Menata Ruangan ]

Metode konmari mengajak kita untuk merapikan dan membuang seluruh benda di rumah, yang dianggap tidak membawa ‘kebahagiaan’. Lalu bagaimana jika kita memiliki suatu barang yang memberikan banyak kenangan walaupun bukan kenangan bahagia? Dan bagaimana mungkin kita rela membuang buku yang memang belum pernah kita baca, tapi kita senang mengoleksinya?

Menurut Marie Kondo, yang dikutip dari bukunya tentang metode konmari, memang ada beberapa barang yang akan sangat susah untuk dibersihkan. Ada dua alasan kenapa sebuah barang sangat susah untuk dibuang dan masih ingin dipertahankan, walaupun sebenarnya tidak fungsional. Dengan tahu alasan tersebut, Kondo berharap kita bisa melepaskannya dengan ikhlas demi sebuah rumah yang rapi.

Memberikan informasi

Sumber : http://www.apartmenttherapy.com/
Sumber : http://www.apartmenttherapy.com/

Jenis barang yang dapat memberikan informasi adalah sebuah buku petunjuk pemakaian, buku resep, dan kamus. Bahkan ada yang menyimpan kamusnya lebih dari 15 tahun, karena dianggap masih memberikan banyak informasi. Padahal, bisa jadi zaman telah berubah dan terdapat penambahan kata-kata baru mengikuti perkembangan zaman. Jika Sobat berada di situasi yang sama, Marie Kondo menyarankan Sobat untuk berterima kasih dalam hati kepada buku itu, yang telah memberi banyak informasi, kemudian membuangnya.

Barang fungsionalis

Sumber: mydevstaging.com
Sumber: mydevstaging.com

Barang yang fungsionalis adalah memberikan kita kemudahan dalam melakukan sesuatu ketika kita menggunakannya. Contohnya saja, tempat sampah. Memang, barang ini fungsionalis. Tapi apakah akan membawa ‘kebahagiaan’ pada tempat sampah usang yang telah lama bertengger di dapur kita? Ingin dibuang, tapi tempat sampah masih sangat berfungsi.

Menurut Kondo, ada baiknya jika kita berterima kasih kepada sebuah barang yang sangat berguna walaupun bentuknya sudah tidak bagus lagi. Dia menyarankan kita untuk menanyakan barang tersebut, apakah dia bahagia di rumah kita atau di tempat lain (di dunia Kondo, setiap benda memiliki nyawa).

[Baca juga: Versi Mudah dari Metode Konmari, Wajib Coba! ]