Reading Time: 4 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
White-vintage-living-room-elegance-white-vintage-living-room-design-with-classic-clock-stand-on-corner-room-as-well-as-round-table-on-rug-including-white-sofa-bed-vintage-living-room-lighting
Sumber: arcteryxjacketssv.com

Kepopuleran vintage furnitur tak akan lekang oleh waktu. Meskipun memiliki model dan tampilan yang bisa dikatakan ‘jadul’, namun toh furnitur model ini tetap memiliki pangsa pasarnya sendiri. Bahkan tak hanya pada furnitur, barang-barang lain yang berlabel ‘vintage’ tetap disukai semua orang dari berbagai usia. Hal ini mengindikasikan bahwa barang-barang vintage memiliki eksistensi yang kuat dan melekat.

Penggolongan suatu furnitur vintage biasanya dilihat dari ornamen, kesimetrisan, material yang digunakan, serta desain kaki-kaki dan bagian punggung furnitur. Maka dari itu, bila Sobat ingin mengetahui termasuk dalam golongan manakah vintage furnitur yang Sobat beli, berikut ini beberapa kategori vintage furnitur yang ada.

1. Rococo style

Sumber: Pinterest
Sumber: Pinterest

Rococo style merupakan sebuah gaya desain vintage furnitur yang populer sebelum revolusi Prancis. Gaya desain furnitur Rococo sering diasosiasikan dengan Louis XV. Furnitur ini tidak berfokus pada kesimetrisan furniturnya, tapi justru pada bentuknya yang tak lazim, eksentris, dan cenderung tak simetris. Namun, yang membuat gaya desain furnitur Rococo menarik adalah tampilannya yang mewah dengan ukiran-ukiran serta ornamen yang rumit dan ditambah aksen emas dan perak.

2. Chippendale

Sumber: http://www.architectureartdesigns.com
Sumber: http://www.architectureartdesigns.com

Mendengar namanya, mungkin terdengar sedikit aneh dan unik. Kata Chippendale berasal dari nama pembuat furnitur yang pertama kali menciptakan model ini, yakni Thomas Chippendale. Vintage furnitur dengan style ala Chippendale ini memiliki fitur berupa garis-garis yang elegan, kaki-kaki yang melingkar dan melebar pada ujungnya yang menyerupai bola, dan pedimen besar yang didekorasi dengan ornamen-ornamen. Furnitur vintage Chippendale ini memiliki unsur-unsur furnitur ala Prancis, Asia, hingga Gotik.

Sedangkan furnitur Chippendale ala Amerika cenderung mengadopsi gaya Queen Anne. Salah satu furnitur vintage dengan gaya Chippendale ini adalah sofa model punngung unta (camel-back).

3. Victorian

Sumber: furniturevictorian.com
Sumber: furniturevictorian.com

Furnitur vintage ala Victoria ini mengeksploitasi desain-desain furnitur lampau seperti Rococo dan Federal yang diangkat kembali dan diperbarui. Satu set meja dan kursi makan ala Victoria contohnya. Benda ini memilki desain yang terbuka, punggung kursi yang bulat, dan kaki-kaki kursi yang berliku. Selain itu, elemen-elemen gotik juga tampak pada vintage furnitur model ini, yakni bagian-bagian furnitur yang terbuat dari kayu padat yang dipahat. Vintage furnitur ala Victoria ini tergolong paling populer karena ini adalah furnitur pertama yang dibuat dengan cara produksi masal.

4. Federal

Sumber: http://www.schwenke.com
Sumber: http://www.schwenke.com

Vintage furnitur ala Federal atau yang lebih dikenal sebagai American Empire memiliki ciri khas yang membedakannya dari gaya-gaya furnitur vintage lain. Ciri khas itu yakni tatahan kayu yang dibuat kontras, garis-garis yang tegas, namun dengan konstruksi yang cenderung ringan. Salah satu pengrajin furnitur yang sangat identik dengan furnitur Federal karena konsistensinya dalam memproduksi furnitur model ini adalah Duncan Phyfe.

Pada furnitur Federal ini, ia kerap mengaplikasikan motif lira yang ditambahkan dengan bentuk-bentuk X. Adapun untuk ciri khas vintage furnitur Federal ini yakni terlihat ‘lembut’ dibandingkan dengan style vintage furnitur yang lain. Sebagai contoh, seperangkat kursi dan meja makan ala vintage ala Federal ini biasanya memiliki kaki-kaki yang lurus, diameternya cenderung kecil, serta meruncing di bagian akhir.

5. Mission

Sumber: http://www.horizon-custom-homes.com
Sumber: http://www.horizon-custom-homes.com

Style vintage furnitur yang lain yakni Mission. Furnitur dengan Mission style atau yang lebih populer disebut sebagai furnitur yang menekankan pada seni dan teknik-teknik kerajinan ini mulai diperkenalkan pada akhir abad 19 dan awal abad 20 di Amerika. Furnitur ini merupakan kompetitor dari vintage furnitur ala Victorian yang sangat dominan kala itu. Pada awal-awal kemunculannya, furnitur ini cenderung memiliki bentuk yang kokoh dan kuat yang melambangkan maskulinitas. Selain itu, furnitur ini biasanya dibuat dengan bahan kayu oak dengan pahatan asli buatan tangan.

6. Mid-Century Modern

Sumber: http://media.improvenet.com
Sumber: http://media.improvenet.com

Meskipun diberi istilah ‘modern’, bukan berarti style furnitur ini tak dapat digolongkan ke dalam vintage furnitur. Furnitur mid-century modern atau pertengahan abad modern ini banyak mendapat pengaruh tren di tahun 1950an yang kala itu banyak didominasi oleh model-model furnitur Skandinavia. Furnitur ini memililki ciri khas berupa desain yang polos dan simetris tanpa banyak ornamen. Hal ini tampak terlihat dari penggunaan warna-warna yang cenderung gelap, garis-garis yang tegas, serta penggunaan bahan-bahan anorganik alias buatan pabrik, seperti plastik dan stainless steel.

1 COMMENT