Reading Time: 3 minutes
1 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 5
Loading...
Al_Irsyad_Mosque_Bandung

Rooang.com | Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata ‘masjid’? Beberapa mungkin akan menjawab sebuah bangunan peribadatan umat Islam yang beratap kubah dan mempunyai beberapa menara atau minaret. Namun, tak jauh dari kota Bandung, terdapat sebuah masjid dengan desain arsitektur yang futuristik, dan berbeda dengan desain masjid-masjid pada umumnya, di Kota Baru Parahyangan.

Masjid tersebut ialah Masjid Al Irsyad. Dibangun pada 7 September 2009, masjid tersebut dibangun di atas lahan seluas 1 Ha yang menjadi satu kesatuan dengan Al Irsyad Satya Islamic School, sebuah sekolah Islam internasional di Kota Baru Parahyangan. Ridwan Kamil, sang arsitek masjid ini mengatakan bahwa bentuk kubus sederhana tanpa kubah tersebut terinspirasi oleh Ka’bah yang ada di Masjidil Haram.

P8240686

Masjid yang terletak di Padalarang ini berhasil berada di posisi 5 besar “Building Of The Year 2010” oleh National Frame Building Association. Masjid Al Irsyad terpilih dalam kategori religious architecture. Desain Masjid Al Irsyad cukup populer di antara tempat ibadah yang lain dan hanya dikalahkan oleh Gereja Tampa Covenant, Florida, Amerika Serikat, seperti dilansir situs arsitektur popular, Archdaily.com. Setahun berikutnya, Masjid Al Irsyad juga meraih Green Leadership Award dari BCI Asia.

denah al irsyad

Memang, desain masjid seluas 1.871 meter persegi ini hanya memiliki tiga unsur warna, yaitu putih, hitam, dan abu-abu sehingga tidak begitu mencolok. Namun demikian, kombinasi ketiga warna monokromatis tersebut menjadikannya simple, elegan, dan berkesan khusyuk dan tenang.

Fasad masjid ini merupakan susunan concrete block yang membentuk kaligrafi kalimat syahadat. Lubang angin yang terdapat di sisi dinding menjadikan sirkulasi udara di masjid ini sangat baik, sehingga pengunjung tidak merasa panas meskipun tidak terdapat AC atau kipas angin.

P8240673

Di siang hari, cahaya alami matahari akan menembus ke dalam. Cahaya tersebut terlihat seperti sebuah elemen digital yang membentuk dua kalimat syahadat. Saat senja, semburat cahaya matahari akan memasuki masjid tersebut. Sedangkan pada malam hari, cahaya dari dalam masjid akan memancar keluar, membentuk kaligrafi syahadat yang berpendar.

P8240669

Pada bagian dalam masjid, terdapat 99 buah lampu sebagai simbol 99 nama-nama Allah atau Asmaul Husna. Masing-masing lampu kotak tersebut memiliki sebuah tulisan nama Allah. Tulisan pada lampu-lampu itu dapat dibaca secara jelas dimulai dari sisi depan kanan masjid hingga tulisan ke-99 pada sisi kiri bagian belakang masjid.

P8240679

Ruang salatnya mampu menampung sekitar 1.500 jamaah. Tidak ditemukan tiang penopang atap di masjid ini, sehingga berkesan luas. Hanya empat sisi dinding yang menjadi pembatas sekaligus penopang atapnya.

P8240668Beranjak ke bagian selanjutnya, mihrab dirancang sebagai tempat menghadap Allah dengan konsep keindahan alam dan kebesaran Allah. Mihrab tersebut langsung membuka ke arah gunung dan langit tanpa dinding.

Lansekap masjid sengaja dirancang berbentuk garis-garis melingkar yang mengelilingi bangunan. Lingkaran-lingkaran yang mengelilingi masjid terinspirasi dari konsep tawaf yang mengelilingi Ka’bah. Pohon-pohon Ketapang Kencana (Terminalia mantaly) berjajar dengan rapi, sehingga menambah keasrian lansekap masjid Al-Irsyad.

P8240699

2 COMMENTS