Reading Time: 3 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
parachute-white-linen-2jpg
Sumber: http://revamperate.com

Buat Sobat yang belum mengenal lebih jauh mengenai jenis kain linen ini, mungkin akan beranggapan biasa saja. Linen sebenarnya digunakan tidak hanya untuk keperluan bedding set, banyak produk lain seperti baju, perlengkapan meja makan, dan beberapa kerajinan tangan juga sering menggunakan bahan linen, atau linen yang dicampur dengan katun.

Kain linen adalah jenis kain yang dibuat dari serat tumbuhan linen. Di negara-negara Eropa kain jenis ini sangat disukai karena karakteristiknya yang sangat istimewa, kain ini bisa bertahan puluhan tahun dengan perawatan yang baik. Semakin lama digunakan dan dengan proses pencucian yang benar kain linen akan semakin nyaman digunakan.

Kelebihan kain linen

Sumber: etsystatic.com
Sumber: etsystatic.com

Kelebihan linen dibandingkan dengan kain katun adalah 30% lebih kuat daripada kapas, memiliki daya serap yang tinggi, cocok untuk semua iklim, Hypo-allergenic sehingga cocok untuk orang yang memiliki masalah dengan alergi, linen memiliki struktur serat yang unik sehingga sangat adem ketika dikondisi panas dan akan menghangatkan ketika cuaca dingin, seratnya yang dari alam memiliki struktur yang natural dengan kilauan dari seratnya yang alami, linen juga ramah lingkungan karena tumbuhan ini hanya memerlukan sedikit air dan tidak memerlukan bahan kimia untuk menanamnya.

Sumber: images.food52.com
Sumber: images.food52.com

Kain dari bahan katun akan terlihat usang ketika sudah dicuci sekitar 3-4 tahun, sedangkan linen adalah kebalikan dari katun, linen akan terlihat lebih lembut dan semakin nyaman digunakan seiring pemakaian dan perawatan. Ukuran kualitas kain biasanya diukur dari jumlah jalinan benang atau thread count semakin tinggi thread count nya semakin baik kualitasnya. Hal ini tidak berlaku pada linen karena kain linen terbuat dari serat tumbuhan linen yang memiliki tingkat ketebalan serat yang berbeda beda.

Proses pembuatan panjang

Sumber: nataliecanninginteriors.files.wordpress.com
Sumber: nataliecanninginteriors.files.wordpress.com

Proses pembuatan kain linen memerlukan waktu yang lama, tumbuhan linen dicabut bukan dipotong untuk mendapatkan serat yang lebih panjang, kemudian didiamkan beberapa bulan untuk melunakan tanaman, proses selanjutnya adalah memisahkan serat dengan cara menyisirnya untuk memisahkan dari kotoran dan membuang serat-serat yang pendek, serat yang panjang biasanya digunakan untuk membuat keperluan bedding sets seperti sprei, duvet cover dsb. Setelah proses yang panjang dihasilkan benang dari tumbuhan linen, benang inipun akan di sortir kembali untuk memilah kualitas dari tiap-tiap benang.

Sumber: nataliecanninginteriors.files.wordpress.com
Sumber: nataliecanninginteriors.files.wordpress.com

Linen merupakan serat pertama yang digunakan untuk ditenun lebih dari 8000 tahun lalu pada masa peradaban Mediterania yang kemudian diadopsi oleh Eropa dan terus populer hingga abad pertengahan, bahkan sampai diperkenalkan kapas. Sekarang ini linen merupakan kain yang sangat istimewa karena prosesnya yang cukup melelahkan karena prosesnya yang dilakukan manual dan memerlukan waktu yang lama. Sehingga komoditas ini sangat sedikit dan tentunya memerlukan ongkos produksi yang lebih banyak daripada pembuatan kain kapas pada umumnya.

Sumber: images.food52.com
Sumber: images.food52.com

Buat Sobat yang ingin mencoba membelinya bisa mengunjungi beberapa online shop yang menyediakan keperluan perlengkapan tidur (bedding sets) atau perlengkapan dekorasi rumah lain dengan bahan linen. Sobat cukup googling dan jangan lupa bandingkan harga, kualitas dan ongkos kirimnya ke rumah Sobat. Tertarik memakai kain linen untuk bedding sets?