Reading Time: 3 minutes
1 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 5
Loading...
1397632808.23
Sumber: http://intanwijaya.com

Kayu olahan memang sudah lama menggantikan kehadiran kayu asli yang dinilai lebih mahal serta semakin langka. Dengan kayu olahan tersebut, orang-orang tetap dapat menampilkan elemen kayu dalam rumah sama seperti kayu asli pada umumnya. Jenis dari kayu olahan yang tersedia pun beragam sehingga Sobat dapat menyesuaikan dengan kebutuhan.

[Baca juga: Countertop Unik dari Kayu Daur Ulang, Bisa Jadi Inspirasi ]

Disebut kayu olahan karena berasal dari sisa hasil olahan kayu asli yang kemudian dicampur dengan zat kimia. Tampilannya berwarna cokelat dan dibuat menyerupai kayu asli, harganya pun lebih murah. Karena ada beberapa jenis, ada baiknya mengenali terlebih dahulu tiap kayu olahan tersebut sebelum membelinya. Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Plywood

Plywood atau biasa disebut tripleks. Sumber: lunchboxarchitect.com
Sumber: lunchboxarchitect.com

Sesuai dengan namanya, plywood terdiri dari lapisan lembaran kayu yang disatukan dengan mesin bertekanan tinggi dan lem khusus. Lapisan tersebut membentuk papan yang dipasang secara menyilang agar kuat. Kayu olahan ini memiliki dua jenis, yaitu tripleks bila terdiri atas tiga susun dan multipleks untuk yang lebih dari tiga lapis.

Jenis ini merupakan yang paling mahal di antara kayu olahan lainnya, selain karena lebih kuat, kayu ini biasanya juga dilapisi oleh kulit kayu jati atau sungkai. Tersedia dalam ketebalan yang bervariasi dari 3mm hingga 18mm, dengan lebar satu lembarnya 244cm x 122cm.

Blockboard

Sumber: http://www.archipidi.net
Sumber: http://www.archipidi.net

Jenis kedua ini merupakan kayu olahan dengan harga tertinggi kedua setelah plywood. Blockboard berasal dari potongan balok-balok kayu dengan ukuran 2cm-5cm yang dipadatkan dengan mesin. Kedua sisinya kemudian diberi pelapis vinir untuk dapat menjadi lembaran papan.

Balok kayu yang digunakan biasanya potongan kayu lunak karena itu tidak sekuat plywood. Blockboard memiliki tingkat ketebalan dimulai dari 12 mm hingga 18 mm dengan lebar permukaan sama dengan plywood. Ada dua tipe yang cukup banyak di pasaran, yaitu teak block (lapisan terluar dari irisan kayu jati) dan sungkai block (lapisan terluar dari kayu sungkai). Penggunaan kayu olahan jenis ini banyak terlihat  pada produk kitchen set.

Medium Density Fiberboard (MDF)

Sumber: http://ifabstudio.com
Sumber: http://ifabstudio.com

Kayu olahan ini berada pada peringkat ketiga di antara yang lainnya. Jenis ini terbuat dari serbuk kayu atau bambu halus yang dicampur dengan resin kimia. Kemudian, serbuk dipadatkan dengan suhu dan tekanan tinggi hingga menjadi lembaran papan. High density fiberboard merupakan versi lebih padat dan kuat dari MDF yang dibuat dengan suhu lebih tinggi.

[Baca juga: Particle Board dan MDF, Mana yang Lebih Baik? ]

MDF memiliki kelebihan dapat mudah dipotong atau dibentuk karena bahannya yang terbuat dari serbuk kayu, tetapi kekuatannya stabil. Selain itu, berbagai finishing dapat diterapkan pada permukaannya, seperti paper laminate, PVC, HPL, atau cat kayu.

Particle Board

Sumber: upload.wikimedia.org
Sumber: upload.wikimedia.org

Di antara semua kayu olahan, jenis ini merupakan yang termurah sekaligus dengan kualitas yang paling rendah. Sama seperti MDF yang terbuat dari serbuk kayu, hanya saja untuk particle board serbuk kayu yang digunakan kasar dan cenderung tidak beraturan. Serbuk nantinya dicampur dengan resin kimia lalu direkatkan dengan mesin bertekanan tinggi.

Salah satu kelemahan kayu jenis ini ialah memiliki pori-pori yang cukup besar sehingga membuatnya tidak tahan terhadap air. Selain itu, beban yang sanggup ditopang pun terbatas karena jika terlalu berat kayu akan melengkung. Sementara untuk finishing, lapisan veneer atau fancy paper-lah yang biasa digunakan. Hal ini karena tekstur lembaran kayu yang kasar membuatnya tidak bisa dicat.