Reading Time: 2 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
442317_620
Sumber: tempo.co

Rumah yang nyaman merupakan dambaan setiap orang. Rumah dapat menjadi tempat yang menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga untuk beraktivitas dan selalu dirindukan saat penghuninya sedang beraktivitas di luar.
Rumah dengan gambaran seperti itu adalah harapan dari seorang Luthfi Hasan. Pria yang juga berprofesi sebagai desainer interior dan pemilik bisnis Jakarta Vintage tersebut berhasil membangun sebuah hunian berlantai dua dengan konsep vintage yang nyaman dan teduh.

Rumah yang berada di bilangan Cinere, Tangerang Selatan tersebut sengaja dirancang Luthfi dengan menggunakan berbagai ornamen bergaya tahun 1950 hingga 1970-an seperti kursi jengki, radio tua, pemutar piringan hitam, furnitur lawas dan lain-lain. Salah satunya adalah kursi jengki. Bentuk kaki kursi yang mengerucut di bagian bawah dengan siku yang membentuk sudut tumpul, menjadikan kursi ini elemen utama untuk membawa kesan retro pada ruangan.

Salah satu karya Luthfi Hasan pada pameran Jakarta Vintage. Sumber: Pinterest
Salah satu karya Luthfi Hasan. Sumber: Pinterest

Berawal dari keinginannya untuk menerbitkan buku tentang desain interior bergaya vintage, Luthfi justru menarik perhatian banyak orang dengan pelbagai desain kursi jengki yang dipajang melalui blognya. Padahal, kegiatannya mengisi gambar di laman pribadinya ini untuk memulai proses pembuatan buku. Respons positif pembacalah yang mengantarnya membuat label bernama Jakarta Vintage.

“Awalnya bikin blog untuk latihan tujuannya buat ngumpulin foto. Ternyata, lumayan banyak yang baca. Akhirnya, kenapa enggak bikin label,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, belum lama ini. Akhirnya, pada Juni 2012, Jakarta Vintage mulai menerima pesanan. Di masa awal menjalankan usahanya, Luthfi memang membuat semua kursinya dari bahan rekondisi.

Ternyata, menggunakan material daur ulang bukan tanpa risiko. Kursi-kursi buatannya berumur pendek. Dia pun memutuskan untuk membuat replika desain kursi jengki dengan menggunakan material baru. Desain konstruksi hingga kainnya dibuatnya sendiri. Seiring berkembangnya peminat kursi jadul ini, Jakarta Vintage kerap melakukan kerja sama dengan banyak pihak untuk mengeksplorasi desain bantalannya. Alhasil, hingga saat ini kurang lebih 100 desain yang telah dimilikinya.

Sumber: muda.kompas.id
Sumber: muda.kompas.id

Tak ada aturan khusus untuk memberikan sisi terbaik di ruangan Anda. Kursi ini, bisa memberikan semangat berbeda saat Anda kehabisan ide menata ruangan transisi yang tak memiliki banyak ruang. Selain itu, kursi ini cukup fleksibel bila digunakan sebagai item dominan guna mempercantik ruangan.

“Cukup fleksibel dipadukan gaya interior apa saja. Ada kursi vintage di ruangan biasanya memberikan kesan space yang lebih berkarakter. Di ruang transisi, di ruang tunggu juga bisa pakai kursi kita,” papar Lutfi.