Reading Time: 4 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
awesome-octagon-floor-tile-design-with-white-round-table-and-chairs

Apa saja model lantai rumah yang pernah sobat Rooang ketahui? Ubin marmer dan keramik? Lantai kayu? Lantai batu? Kali ini Rooang akan berbagi mengenai berbagai jenis atau bahan ubin yang mungkin belum pernah sobat temui. Yuk, disimak!

Layar CRT

crt glass 2

Semakin lama, semakin banyak sampah yang menumpuk. Beberapa sampah telah didaur ulang dengan berbagai hasil. Fireclay Tile, sebuah perusahaan produsen ubin merasa lelah dengan banyaknya sampah yang ada di dunia. Mereka lalu berkreasi dan akhirnya terciptalah ubin dari bahan CRT, bahan yang digunakan untuk monitor cembung TV dan komputer yang dulu banyak diproduksi. Hasilnya? Ubin warna abu-abu mengkilap yang cantik. Fireclay Tile merupakan produsen ubin yang kini tengah memfokuskan usahanya untuk mengurangi sampah CRT di Amerika Serikat. Sampah CRT di negara ini sangat banyak, mancapai 40% dari total sampah yang dihasilkan.

Ikat pinggang kulit

ikat pinggang 2

Seorang perancang desain interior bernama Ting asal London mengkreasikan ikat pinggang kulit yang sudah tidak dipakai menjadi lantai yang unik. Ikat pinggang ini disusun sedemikian rupa sehingga terbentuklah lantai dengan kesan vintage/kuno. Setiap lembaran ikat pinggang direkatkan dengan lem khusus. Masing-masing ubin tidak akan sama dengan ubin lainnya, karena corak dan susunan ikat pinggang selalu berbeda. Jika sobat Rooang berminat, sediakan uang setidaknya Rp 9 juta untuk setiap ubin lantai berukuran 30X30cm persegi. Ubin cantik akan langsung diimpor dari London.

Uang koin

 koin 1

Ubin lantai juga bisa dibuat dari uang koin. Sejumlah perancang barang interior seperti The Made Shop dan Modwalls telah menjual hasil rancangan mereka ke pelanggan dari berbagai tempat. Uang koin atau peni bisa disusun dengan sisi tertentu—kepala atau ekor—di bagian atas, sesuai permintaan pembeli. Harganya bervariasi, mulai 8 juta rupiah per lembar ubin, sobat!

Kulit kerang

kulit kerang 2

Selain dijadikan hiasan dinding, cover lampu meja, dan kerajinan lainnya, kulit kerang juga dijadikan bahan dasar pembuatan ubin. Terdapat banyak produsen yang telah memproduksi ubin dari kulit kerang ini. Namun, yang paling dikenal adalah Mother of Pearl dengan merk Mactan, dan Jumbo Pacific dari Filiphina. Jenis kerang yang cangkangnya dijadikan ubin pun bervariasi, mulai dari kerang mutiara sampai kerang bambu yang biasa kita makan. Menurut para produsen, mereka telah bekerja keras untuk mengurangi sampah dan mengubahnya menjadi keindahan.

Tempurung kelapa

tempurung kelapa2

Tak mau kalah dengan para inovator dari luar negeri, pengrajin lokal pun ikut menciptakan ubin dari bahan yang tidak biasa. PT Cocomosaic Indonesia asal Cirebon berhasil memanfaatkan tempurung kelapa yang bernilai ekonomis rendah menjadi barang cantik pelengkap rumah. Motifnya pun beragam, bahkan ada yang terlihat seperti 3 dimensi.

Biji buah persik

biji persik 1

Ubin lantai berbahan dasar biji persik pertama kali diciptakan oleh Le Roux untuk melapisi lantai rumahnya di Paarl, Afrika Selatan. Sesuai sejarahnya, lantai dari biji buah persik sudah digunakan oleh masyarakat Afrika Selatan sejak lama. Barulah di tahun 2004 ubin ini diproduksi. Saat itu, Le Roux hanya memproduksi ubin untuk dipasang di rumahnya. Namun, berkat desakan kerabat dan teman-teman, ia bersedia mengikuti lomba rancang ide bisnis. Setelah memenangkan kompetisi tersebut, Le Roux akhirnya memproduksi ubin biji persik secara massal. Kini, Anda bisa memesan lantai unik ini melalui situs Le Roux Ubin tradisional yang memberi kesan hangat ini mendapat banyak pujian dan diulas oleh banyak perancang desain interior ternama.

Gabus botol anggur

lantai gabus botol

Jelinek Cork, sebuah perusahaan asal Kanada memanfaatkan gabus botol anggur menjadi ubin yang indah. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1855 ini juga mengklaim bahwa lantai yang dilapisi ubin gabus yang diproduksinya pada pertengahan tahun 1950-an masih dalam kondisi sempurna saat ini. Ubin ini memiliki banyak kelebihan, di antaranya: mampu meredam suara, tahan lama bahkan bisa digunakan untuk toilet dan dapur, anti alergi, tahan air, serta tahan dari jamur. Berdasarkan sejarahnya, ubin gabus telah digunakan oleh masyarakat Eropa sejak akhir abad pertengahan, dan baru dikenal di Amerika Utara beberapa abad berikutnya. Kini, ubin gabus buatan Jelinek Cork telah didistribusikan ke berbagai negara di dunia. Selain Jelinek Cork, saat ini beberapa produsen ubin lainnya juga membuat ubin dari gabus botol.

Tutup botol

tutup botol

Bukan hanya gabus penyumbat botol, tutup botol yang terbuat dari bahan kaleng pun bisa diubah menjadi ubin. Menurut beberapa orang yang telah mencobanya, pengaplikasian tutup botol menjadi ubin lantai cukup sederhana. Pertama, mereka melapisi lantai dengan plamir/dempul, lalu tutup botol yang telah dibersihkan ditempelkan satu per satu ke lantai. Agar tutup botol yang diletakkan tidak mengandung udara yang bisa merusak lantai, tutup botol diisi dengan lem khusus atau bisa juga dengan adonan plamir. Setelah itu, untuk memberikan hasil akhir lebih mengkilap, lantai dicat dengan cat transparan bercorak high gloss.

Sampah toilet bekas

Paul Burns dan Debris Series

Paul Burns, pemilik Fireclay Tile, nampaknya benar-benar mendedikasikan dirinya untuk mengurangi sampah di negeri Paman Sam. Setelah sebelumnya ia menciptakan inovasi ubin berbahan dasar CRT, tahun 2010 ia menciptakan ubin berbahan dasar toilet bekas. Di Amerika Serikat, setiap tahunnya terdapat banyak sekali sampah toilet bekas yang dibuang. Burns kemudian memiliki ide brilian untuk memanfaatkan sampah tersebut menjadi ubin-ubin cantik yang menghiasi rumah. Ubin ini kemudian diberi merk Debris Series.

Itulah berbagai macam bahan ubin yang merupakan bahan-bahan ramah lingkungan yang bisa membantu untuk mengurangi produksi sampah, sobat.