Reading Time: 3 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
contemporary-exterior
Sumber: houzz.com

Karena bukan merupakan hal yang utama dan pokok dalam pembangunan rumah, maka terkadang pembangunan tembok ini dilakukan belakangan, yakni setelah bangunan rumah selesai dibuat. Sebagai langkah awal sebelum melakukan pembangunan tembok, ada baiknya Sobat mencari tahu material apa saja yang lazim digunakan ketika membangun tembok luar ini.

Beberapa jenis material hanya akan cocok untuk kondisi tertentu dan lingkungan yang tertentu pula. Untuk itu, pastikan Sobat tak salah dalam memilih material yang akan Sobat gunakan. Pemahaman akan material yang benar bisa memudahkan Sobat dalam merancang anggaran dana yang harus Sobat siapkan selama proses pembangunan.

1. Kayu Solid/Kayu Keras

Sumber: Pinterest
Sumber: Pinterest

Kayu yang baik digunakan sebagai dinding atau tembok luar adalah kayu pinus. Kayu ini sama jenisnya dengan kayu yang sering digunakan untuk membangun dek atau gudang. Pemilihan kayu pinus utuh sebagai dinding luar ini sangat tepat, terutama karena material ini cenderung murah jika dibandingkan dengan material lain. Apalagi dengan corak kayu yang khas yang dapat semakin mempertajam kesan asri dan natural di halaman sekeliling rumah kita.

Meskipun material ini cukup terjangkau dibandingkan material lain seperti batu bata atau batuan alam, kayu pinus memiliki beberapa kekurangan. Misalnya, sering terjadi kasus dimana pemasangan kayu ini kerap tidak lurus sempurna atau meleset dan keluar jalur. Selain itu, seiring dengan berjalannya waktu serta akibat dari paparan sinar matahari setiap hari, kayu ini akan mudah lembab dan dihinggapi rayap. Untuk itu, dinding berbahan kayu pinus ini mungkin tak akan bertahan lama, kurang lebih daya tahannya hanya sampai 10 atau 20 tahun.

2. Beton

Sumber: houzz.com
Sumber: houzz.com

Beton merupakan material umum yang sering digunakan dalam pembangunan tembok luar. Beton relatif tahan terhadap terpaan sinar matahari serta hujan dan cukup kuat dalam menghadapi perubahan iklim , cuaca, serta guncangan gempa atau terjangan angin besar. Dengan menggunakan beton, maka bukan tak mungkin pembangunan tembok bisa berjalan dengan cepat, terlebih dengan beton-beton yang kita jumpai sekarang ini yang telah dibuat dalam bentuk kotak-kotak besar demi mempermudah pemasangan. Material beton ini sangat mudah digunakan, karena kita hanya perlu menyusunnya sat per satu. Tetapi meskipun mudah, sebaiknya hal ini dilakukan oleh ahli atau tukang yang sudah berpengalaman.

3. Batu-batuan alam

Sumber: houzz.com
Sumber: houzz.com

Mungkin, batu-batuan alam dengan ukuran yang besar-besar adalah jenis material untuk dinding yang sangat mahal. Terlebih bila lingkungan di sekitar Sobat cenderung lingkungan perkotaan dimana batuan jenis ini sangat sukar ditemui. Tentu, Sobat memerlukan biaya tambahan demi mendatangkan material ini dari wilayah pegunungan/aliran sungai. Maka dari itu, material batuan alam ini sebaiknya Sobat pilih jika area rumah Sobat berada pada area pegunungan dimana keberadaan batuan semacam ini cukup melimpah.

Mungkin, Sobat sudah menerapkan material batuan alam ini pada bagian-bagian lain dalam rumah. Bila tersisa cukup banyak, Sobat bisa memafaatkan sisa-sisa batuan alam tersebut untuk membangun dinding luar rumah ini. Bila jumlahnya masih kurang, Sobat bisa mengkombinasikannya dengan batuan yang tidak 100% batuan alam (cultured stone). Meskipun tidak murni batuan alam, toh batuan jenis ini masih memiliki corak yang natural.

4. Ban Bekas

Memang terdengan ekstrim dan tak lazim jika ban bekas kita gunakan sebagai tembok pelindung. Nyatanya, material inipun bisa kita manfaatkan untuk melindungi pekarangan kita dari binatang buas, terutama untuk pekarangan di belakang rumah. Memang dinding yang terbuat dari ban bekas ini tidak cukup aman untuk menghalau bencana alam seperti banjir atau angin besar, namun dengan memasang ban bekas di area sekitar pekarangan Sobat, Sobat bisa memberikan sedikit proteksi pada tanaman-tanaman berharga pada pekarangan tersebut.

Untuk meperkuat ketahanan ban bekas, Sobat bisa menambahkan material lain seperti kerikil atau tanah yang keras ke dalam ban bekas yang ditumpuk. Sobat bisa menambakhan tanaman atau kawat berduri di sekelilingnya, sehingga dapat menghalau orang asing atau binatang liar yang akan memasuki pekarangan kita. Terakhir, penting diingat bahwa tembok dari ban bekas ini tak akan bertahan lama dan mungkin akan lebih cepat rusak dibandingkan dengan tembok luar dari bahan kayu pinus tadi.