Reading Time: 3 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
Jesuit_Center_Garden_Roof

Sobat Rooang yang sudah membaca tentang artikel berjudul ‘Teknologi Atap Hijau Ramah Lingkungan (Bagian I) pasti penasaran dengan kelanjutannya? Nah, kali ini Rooang akan memberikan penjelasan yang tuntas dan jelas! Yuk, disimak.

Apa saja struktur dan lapisannya?

gambar layer 2Secara garis besar, atap hijau terdiri atas 3 lapisan utama, yakni lapisan tanaman, lapisan penyaring, dan atap dasar. Lapisan tanaman merupakan lapisan paling atas yang terdiri atas berbagai vegetasi dan media tanam. Lapisan ini bisa dirancang sesuai dengan jenis yang dipilih. Untuk atap hijau intensif, lapisan paling atas juga bisa mencakup paving atau bahan lain yang digunakan sebagai jalan setapak. Untuk menghasilkan air hasil saringan yang lebih bersih, bisa digunakan pasir sungai bertekstur kasar yang diletakkan tepat di bawah lapisan media tanam.

Lapisan penyaring berperan penting dalam mengubah air hujan menjadi air tanah dan membatasi permukaan atap dengan tanaman. Secara sederhana, lapisan ini terdiri atas saluran air/drainase dan membran pembatas yang berfungsi sebagai pencegah serapan air masuk ke lapisan atap. Di atas saluran drainase diletakkan lapisan penyaring berupa kain khusus dari bahan geotekstil, sehingga air yang masuk ke drainase sudah dalam keadaan bersih. Lapisan drainase untuk atap hijau sudah dirancang dan diproduksi secara khusus dan tinggal dipasang dengan ukuran sesuai kebutuhan. Layer drainase tersebut serupa nampan yang terdiri atas banyak cekungan, seperti cetakan kue atau es loli. Pada atap hijau intensif, lapisan penyaring dilengkapi juga dengan lapisan pelindung anti akar, sehingga akar tanaman tidak akan masuk dan merusak atap. Biasanya, penghalang akar diletakkan di atas drainase.

contoh lapisan

Di bawah drainase terdapat lapisan atap yang terdiri dari insulator, pelapis anti air, dan atap. Insulator dan lapisan anti air berperan untuk melindungi atap dari rembesan. Lapisan insulator adalah lapisan utama yang melindungi serta membatasi atap dengan lapisan penyaring. Insulator tersusun atas lapisan aspal yang dimodifikasi (bila diperlukan), karet sintetis, kemudian diperkuat dengan lapisan PVC. Insulator juga bisa berupa spon khusus yang dilapisi PVC. Di bawahnya terdapat lapisan anti air. Lapisan anti air atau water block ini sudah banyak terdapat di toko-toko bahan bangunan dan bisa Anda aplikasikan sendiri. Lapisan atap merupakan atap beton yang biasa terdapat di rumah. Selain beton, atap juga bisa berupa dek kayu atau metal. Kedua jenis atap ini tentunya lebih lemah daripada atap beton.

Selain berbagai lapisan di atas, atap hijau juga dilengkapi dengan saluran untuk mengalirkan air yang telah disaring. Untuk membuatnya, Anda cukup menyiapkan celah untuk pipa yang terhubung dengan layer drainase. Atap bisa berbentuk datar maupun miring. Untuk memudahkan mengalirnya air resapan, buatlah atap agak miring (seperti atap pada umumnya). Akan tetapi, atap yang miring akan membuat lapisan mudah terkena erosi saat hujan.

Bagaimana perawatannya?

Pada dasarnya teknologi ini tidak memerlukan perawatan yang rumit. Perawatan rutin dan intensif hanya diperlukan untuk jenis atap hijau intensif, agar tampilan taman tetap indah. Pastikan Anda tidak menginjak atap, agar lapisan drainase tidak rusak. Jika memang diperlukan untuk merawat tanaman yang ada, Anda bisa memisahkan area untuk berjalan dengan area tanam. Letakkan batu-batuan kecil di setiap tepinya, agar taman Anda tidak mengalami erosi akibat air maupun angin. Sebaiknya buat tepian atap yang tingginya cukup untuk menahan dan melindungi tanaman serta tanahnya dari serangan cuaca.