Reading Time: 2 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
1-Masquespacio-interior_d-4
Sumber: Pinterest

Banyak orang mengira jika saat ini mereka tengah hidup di masa modern. Padahal, era modernitas sudah terjadi hampir seabad yang lalu. Untuk itu, sudah kurang tepat sebenarnya bila menyebut era modern untuk masa sekarang. Maka dari itu, hadir sekelompok orang yang menawarkan istilah baru untuk menyebut era ini, yakni era Postmodern. Era postmodern ini sudah mulai diperkenalkan di sekitar tahun 1970an hingga 1980an. Istilah postmodern ini begitu kencang digaungkan, sehingga banyak aspek-aspek kehidupan yang dilabeli ‘Postmodern’.

Desain postmodern merupakan reaksi atau pertentangan dari desain-desain modern yang minimalis, simple, lugas yang diusung oleh Ludwig Mies Van der Rohe yakni “Less is more”. Kini pernyataan tersebut ditentang oleh Robert Venturi, salah satu arsitek yang beraliran Postmodern. Ia merespon pernyataan tersebut dengan berkata “Less is a bore,” yang berarti hal yang mininmalis sangat membosankan. Untuk itu dalam karya-karyanya, sebisa mungkin ia menghindari bentuk-bentuk minimalis dan cenderung menampilkan sisi maksimalis dan banyak menerapkan bentuk-bentuk tiruan.

Lalu bagaimana karakteristik desain postmodern? Sobat yang penasaran dan ingin menerapkannya, simak artikel ini sampai habis.

The Memphis Style, salah satu gaya desain Postmodern paling berpengaruh

Desain ruangan ala Memphis. Sumber: laurelandwolf.com
Desain ruangan ala Memphis. Sumber: laurelandwolf.com

Memphis adalah desain kolaboatif yang dibuat oleh desainer asal Italia, Ettore Sottsass. Pada gaya desain ini, ia menekankan beberapa warna-warna yang bisa dijadikan alternatif untuk menunjukkan karakteristik Postmodernisme dan bisa diterapkan dalam mendesain interior, misalnya warna merah tomat, biru cerah, merah muda, serta motif-motif mosaik dengan warna hitam. Warna-warna ini biasanya dihadrikan bebarengan dengan aplikasi material industri, seperti seng atau kaca.

Tips sebelum mewujudkan desain interior Postmodern

Sebelum menerapkan gaya desain Postmodern ini, penting untuk dipahami mengenai istilah “postmodern” ini. Istilah ini mengacu pada gaya desain spesifik di periode tertentu yang tidak sekedar periode setalah perang dunia atau periode modern. Jika kita sudah paham dengan periode tersebut, maka dengan mudah kita bisa mengidentifikasi karakternya, yaitu penggunaan warna-warna yang cenderung tebal, adanya kombinasi yang unik dan rumit dari bentuk garis-garis dengan motif-motif bunga atau kulit hewan. Hal ini lah yang pada akhirnya sedikit mengubah konsep desain interior, dimana sebelumnya cenderung tampak minimalis dan tenang, menjadi tampak ramai dan meriah.

Sumber: Pinterest
Sumber: Pinterest

Gaya desain Postmodern di jaman sekarang

Salah satu tantangan terbesar dari interior desain postmodern di jaman sekarang adalah membedakan mana yang menjadi karakteristik desain postmodern yang asli dengan desain “paska modern”. Sebab, tak dapat dipungkiri bahwa sering terjadi kekeliruan dalam membedakannya. Postmodern design sebenarnya banyak melibatkan unsur-unsur historis pada desainnya, termasuk dalam detail dan penggunaan motif-motif lokal bahkan tradisional.

Kesimpulannya, bila Sobat ingin menerapkan desain interior “Paska modern,” maka yang perlu Sobat terapkan adalah garis-garis tegas, warna-warna netral, serta dekorasi dan furnitur yang minimalis. Namun bila yang Sobat inginkan adalah gaya desain interior “Postmodern”, maka sebaiknya gunakan warna-warna terang seperti merah muda, biru, kuning, hijau, dan gabungkan warna-warna tersebut dengan motif-motif yang lugas, seperti motif kulit hewan, atau motif mozaik.

2 COMMENTS